Tekan Risiko Serangan Jantung, RSUD dr. Sayidiman Magetan Rutin Gelar Senam Jantung Sehat

Senam jantung rutin di RSUD dr Sayidiman Magetan.(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pola hidup kurang bergerak (sedentary lifestyle) kini menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus penyakit jantung koroner. Guna menekan risiko tersebut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, RSUD dr. Sayidiman Magetan secara konsisten menggelar program Senam Jantung Sehat yang dirangkai dengan sesi edukasi medis interaktif.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. M. Muzakky, Sp.JP., mengungkapkan bahwa kunjungan pasien di Poliklinik Jantung terbilang cukup tinggi, dengan rata-rata 80 hingga 120 pasien per hari. Sebagian besar dari mereka mengidap penyakit jantung koroner.

“Zaman sekarang pola hidupnya sudah berubah. Bangun tidur langsung scrolling HP dan malas bergerak. Padahal sedentary lifestyle ini faktor risiko yang sangat dominan memicu serangan jantung, selain diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan merokok,” ujar dr. Muzakky.

Ia menjelaskan, kurangnya aktivitas fisik memicu obesitas yang kemudian menumpuk berbagai faktor risiko pada tubuh seseorang. Jika tidak diubah, kondisi ini hanya tinggal menunggu waktu hingga terjadi penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. M. Muzakky, Sp.JP.,

Sebagai langkah preventif dan rehabilitatif, RSUD dr. Sayidiman rutin menyelenggarakan Senam Jantung Sehat minimal satu bulan sekali. Kegiatan yang diinisiasi sejak era dr. Raline ini terus berjalan konsisten dan diikuti sekitar 50 hingga 100 peserta dari berbagai kalangan komunitas pasien.

Tidak hanya mengolah tubuh bersama instruktur berpengalaman, agenda ini juga diisi dengan edukasi kesehatan serta forum diskusi terbuka (open discussion).

“Di poli waktunya terbatas, maka di acara senam ini kita buka ruang diskusi bebas. Pasien bisa bertanya langsung soal keluhan penyakitnya secara lebih santai,” tambah dr. Muzakky.

Kendati demikian, dr. Muzakky menegaskan bahwa senam bulanan hanyalah pemantik. Kunci utama pencegahan penyakit jantung tetap berada pada komitmen harian pasien untuk aktif bergerak.

“Senam itu sarana saja. Perlu dibarengi niat hidup sehat setiap hari. Hal simpel seperti memilih naik tangga ketimbang lift untuk 1-2 lantai, atau berjalan kaki jika jarak tujuan hanya 1-2 kilometer, sangat berguna bagi kesehatan jantung dibanding terus menggunakan fasilitas kendaraan,” pungkasnya.(ton/red)

Tinggalkan Balasan