JAKARTA (Lensamagetan.com) – Anak perusahaan Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, PT Patra Logistik, genap menginjak usia 30 tahun pada Agustus 2026. Momentum tiga dekade ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat kapabilitas operasional dan keandalan pasokan energi nasional di seluruh penjuru Indonesia.
Mengusung semangat Move Energy Forward, Patra Logistik fokus membenahi seluruh lini bisnis mulai dari transportasi logistik, pengelolaan terminal, hingga inventory management energi.
Direktur Utama PT Patra Logistik, Yock Yorlando, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Selama 30 tahun, banyak hal yang sudah dilalui dan dipelajari. Kami akan terus memperbaiki operasional, sistem, teknologi, maupun kompetensi SDM agar dapat menyajikan layanan logistik yang presisi dan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Yock dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Menghadapi tantangan geografis Indonesia, Patra Logistik kini mengoperasikan lebih dari 4.000 unit armada mobil tangki untuk jalur darat. Perusahaan juga mengombinasikan strategi distribusi multimoda untuk area menantang seperti Papua, serta moda transportasi udara demi menjangkau kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan) seperti Krayan di Kalimantan Utara.
Selain armada fisik, efisiensi rantai pasok ditingkatkan melalui digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas penyaluran energi, terutama pada periode lonjakan konsumsi pasokan.
Komisaris Utama PT Patra Logistik, Budi YP Hutagaol, menambahkan bahwa perjalanan 30 tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat fondasi bisnis ke depan.
“Tiga puluh tahun adalah perjalanan panjang penuh pembelajaran. Fokus utama kami ke depan adalah bagaimana Patra Logistik terus tumbuh dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), aspek keselamatan kerja, dan profesionalisme,” tegas Budi.
Tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, Patra Logistik juga memperluas dampak keberlanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Terhitung sejak 2025, perusahaan telah merealisasikan lebih dari 60 program sosial yang mencakup sektor pendidikan dengan peningkatan mutu dan sarana belajar. Lingkungan dan Kesehatan, melalui Program konservasi dan penyuluhan kesehatan masyarakat. Kemudian pemberdayaan ekonomi dan lemanusiaan berupa bantuan bencana dan kemandirian masyarakat sekitar wilayah operasional.
Sepanjang tahun 2026, komitmen tersebut membuahkan berbagai penghargaan bergengsi bagi perusahaan di bidang performa bisnis, pelaksanaan TJSL, hingga kehumasan (corporate communication).
Dengan penguatan kapabilitas secara menyeluruh, Patra Logistik optimistis dapat terus mendukung Pertamina menjaga ketahanan dan keandalan distribusi energi secara berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.(ton/red)












