Kemenag Magetan Tekankan Pendidikan Karakter, 2.600 Peserta Madaris 2026 Digembleng di Lanud Iswahjudi

Kepala Kantor Kemenag Magetan, Taufikurrahman bersama Perwakilan Pemkab Magetan, Suwito dan pemandu kepanduan saat pembukaan Madaris 2026.(Lensamagetan.com/Ist)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Ribuan siswa Madaris Kabupaten Magetan menjalani pengalaman berbeda dari rutinitas pembelajaran di sekolah. Sebanyak 2.600 peserta mengikuti Madaris 2026 yang dipusatkan di kawasan Lanud Iswahjudi, Magetan.

Selama tiga hari, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepanduan dan kebersamaan. Mereka juga ditempa untuk mengenal arti disiplin, kemandirian, tanggung jawab hingga gotong royong melalui pengalaman secara langsung.

Pembukaan Madaris 2026 turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Magetan, Suwito, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan, jajaran Forkopimca, guru pendamping, serta para kepala sekolah Madaris.

Dengan jumlah peserta mencapai ribuan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bersosialisasi dalam lingkungan yang lebih luas. Mereka dituntut mengikuti aturan kegiatan, berinteraksi dengan peserta lain, menyelesaikan aktivitas secara bersama-sama dan membangun rasa tanggung jawab.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Taufikurrahman, mengatakan pembentukan karakter anak tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan di lingkungan keluarga.

Menurutnya, anak membutuhkan pengalaman nyata agar nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan dan gotong royong tidak berhenti sebatas teori.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu anak-anak menjadi lebih dewasa, lebih mampu bergotong royong, dan lebih disiplin. Karena tidak hanya di rumah saja mereka harus diajari. Melalui kegiatan kepanduan seperti ini, mereka mendapatkan pengalaman langsung,” ujar Taufikurohman.

Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian Madaris 2026. Apresiasi juga disampaikan kepada guru, kepala sekolah dan berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.

Bagi Kemenag, kegiatan seperti Madaris menjadi bagian dari pendidikan yang melengkapi pembelajaran akademik. Sebab, kemampuan anak tidak hanya diukur dari capaian di ruang kelas, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu bersikap, berkomunikasi, bekerja sama dan bertanggung jawab.

Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan anak yang semakin dekat dengan dunia digital, pengalaman belajar secara langsung dinilai tetap penting. Kegiatan bersama memberikan kesempatan kepada siswa untuk berhadapan dengan situasi nyata yang membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama.

Madaris 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang mempertemukan ribuan siswa. Tiga hari di Lanud Iswahjudi diharapkan meninggalkan pengalaman yang bisa dibawa pulang peserta dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, karakter bukan hanya sesuatu yang diajarkan, tetapi juga dibentuk melalui kebiasaan dan pengalaman.(niel/red)

Tinggalkan Balasan