KARANGANYAR (Lensamagetan.com) – Tim Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pengembangan Sistem Produksi dan Branding Produk Lokal Berkelanjutan sebagai Pilar Hilirisasi Desa Eko-Eduwisata Kemuning.” Sebagai upaya meningkatkan daya saing produk unggulan desa sekaligus mendukung hilirisasi produk lokal. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM Lumbung Rasa Kemuning di Desa Eko-Eduwisata Kemuning agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki identitas yang kuat, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Program pemberdayaan dilaksanakan melalui tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu pelatihan Manajemen Mutu Industri Pangan, digitalisasi manajemen usaha, serta penguatan branding dan pemasaran digital menggunakan media sosial. Ketiga aspek tersebut dirancang sebagai strategi terpadu untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal desa.
Pada sesi Manajemen Mutu Industri Pangan, peserta memperoleh edukasi mengenai penerapan keamanan pangan, sanitasi dan higiene, pengendalian mutu, pelabelan produk, hingga penentuan tanggal kedaluwarsa. Selanjutnya, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan pembukuan digital menggunakan aplikasi BukuWarung untuk mempermudah pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan usaha. Kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan branding dan pemasaran digital melalui media sosial, sehingga peserta mampu membangun identitas merek yang lebih kuat dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS, Ketua Tim Pengabdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali pelaku UMKM dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang aman, berkualitas, serta memiliki daya saing di pasar. “Melalui penguatan manajemen mutu, digitalisasi pembukuan, dan branding produk, kami berharap UMKM Lumbung Rasa Kemuning Desa Eko-Eduwisata Kemuning dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi penggerak ekonomi desa,” ujarnya.
Ketua UMKM Lumbung Rasa Kemuning, Imron, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, pencatatan keuangan, dan pemasaran melalui media sosial. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan dana hibah pengabdian Pemberdayaan Desa Binaan, Universitas Sebelas Maret tahun 2026 untuk mendorong lahirnya inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian desa, terutama UMKM Lumbung Rasa Kemuning dengan produk kripik, herbal, dan roti.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi dan transfer teknologi. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.(ton/red)












