MAGETAN (Lensamagetan.com) – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mendorong kemajuan desa melalui Program Desa BRILiaN kembali membuahkan hasil. Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berhasil menembus peringkat ketujuh dari 25 desa terbaik nasional dalam Program Desa BRILiaN Batch 1 Tahun 2026 yang diikuti 545 desa dari seluruh Indonesia.
Atas capaian tersebut, BRI melalui Manager Bisnis Mikro BRI BO Magetan, Rita Auliasari, menyerahkan apresiasi berupa bantuan senilai Rp10 juta untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana desa.
Rita menjelaskan, Program Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa unggulan dari BRI yang bertujuan menciptakan desa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Program ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu penguatan BUMDes, digitalisasi layanan desa, keberlanjutan, dan penciptaan inovasi,” ujar Rita.
Ia menjelaskan, Program Desa BRILiaN Batch 1 Tahun 2026 berlangsung mulai Maret hingga Mei 2026. Dari 545 desa yang mengikuti program tersebut, Desa Wates berhasil lolos sebagai urutan ketujuh dari 25 desa terbaik se-Indonesia.
“Desa Wates memiliki keunggulan pada batik, pengolahan sampah, peternakan ayam petelur, hingga pengolahan sereh. Pengolahan sampahnya bahkan bisa menghasilkan kompos. Itulah yang menjadi konsen kami untuk meningkatkan produk unggulan Desa Wates, terutama dari sisi pemasaran,” jelasnya.
Menurut Rita, apresiasi sebesar Rp10 juta berasal dari Kantor Pusat BRI dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana desa.
“Pendampingan ini tidak terlepas dari kerja sama kami dengan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Jawa Tengah. Pendampingannya mulai dari pembelajaran, pemberian materi, peningkatan kualitas produk hingga cara pemasarannya. Selama lima hari desa akan mendapatkan pendampingan agar produknya semakin baik, mulai dari proses dasar, pengemasan hingga pemasaran,” katanya.
Sementara itu, Tim Pendamping Program Desa BRILiaN dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Dr. Retno Kurniasih, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas komitmennya dalam membangun desa melalui Program Desa BRILiaN.
“Program Desa BRILiaN menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan, tetapi juga penguatan kapasitas, pendampingan, dan kolaborasi agar desa mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Retno.
Ia mengungkapkan, selama proses pendampingan pihaknya melihat semangat yang luar biasa dari Pemerintah Desa Wates bersama seluruh elemen masyarakat dalam menggali potensi desa.
“Inilah esensi Desa BRILiaN, yaitu desa yang terus belajar, terus berbenah, dan terus berinovasi,” katanya.
Retno menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa agar mampu menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Lebih lanjut, Rita berharap hasil pendampingan tersebut mampu meningkatkan daya saing produk unggulan Desa Wates hingga dikenal lebih luas.
“Harapan kami Desa Wates bisa lebih maju lagi dan produk-produknya semakin dikenal, baik dari sisi kemasan maupun pemasarannya hingga ke seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Kepala Desa Wates, Sutrisno, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih desanya dalam Program Desa BRILiaN 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Terima kasih kepada BRI melalui Program Desa BRILiaN yang telah mendampingi Desa Wates. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(niel/red)












