Viral Getok Harga di Sarangan, Komisi B DPRD Magetan Desak Penindakan Tegas

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Kelvin Kusuma Wardana.(Ist/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Video dugaan praktik “getok harga” di kawasan wisata Telaga Sarangan kembali viral di media sosial dan menuai sorotan serius dari kalangan legislatif.

Dalam video yang beredar luas, terlihat keluhan wisatawan terkait harga makanan yang dinilai tidak wajar, khususnya saat momentum libur sekolah. Fenomena ini pun kembali mencoreng citra Sarangan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan.

Ironisnya, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Praktik getok harga sebelumnya juga pernah mencuat dan menjadi perhatian publik, namun kembali terulang seolah menunjukkan belum optimalnya penanganan di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Kelvin Kusuma Wardana, menegaskan pihaknya telah lebih dulu memberikan imbauan kepada dinas terkait sebelum musim liburan dimulai.

“Kami dari Komisi B sudah memberikan imbauan kepada dinas agar di musim liburan sekolah ini perlu melaksanakan kunjungan langsung ke beberapa restoran, hotel, maupun warung makan di kawasan Sarangan, termasuk rumah makan yang viral tersebut. Dalam imbauan itu, kami minta dinas untuk senantiasa menerapkan prinsip Sapta Pesona, khususnya nilai keramahan, serta tegas dalam mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan praktik getok harga,” ujar Kelvin, Jumat (27/6/2026).

Kelvin menilai, munculnya kembali kasus ini menjadi indikator bahwa pembinaan terhadap pelaku usaha masih belum berjalan optimal. Ia mendorong agar dinas di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Magetan memperkuat pembinaan secara berkelanjutan, tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga melalui edukasi yang terstruktur dan pengawasan konsisten.

“Dinas perlu memperkuat pembinaan kepada para pedagang. Jangan sampai kasus yang sama terus berulang setiap musim liburan. Pedagang harus benar-benar paham bahwa getok harga itu merugikan wisatawan sekaligus mencoreng nama baik Sarangan,” tegasnya.

Selain pembinaan, Kelvin juga menekankan pentingnya penegakan aturan secara tegas. Menurutnya, tanpa sanksi yang jelas, pelaku usaha nakal tidak akan jera.

“Dinas perlu melakukan dua hal sekaligus, yakni pembinaan yang intensif dan sanksi yang tegas. Karena kalau hanya dibina tanpa ada konsekuensi, pedagang nakal tidak akan pernah jera. Aturan harus benar-benar ditegakkan demi melindungi wisatawan dan menjaga reputasi Sarangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, hingga Satpol PP untuk memastikan kenyamanan wisatawan tetap terjaga.

“Ini bukan hanya urusan satu dinas. Perlu ada koordinasi lintas OPD agar wisatawan yang datang ke Sarangan benar-benar merasa nyaman, aman, dan tidak dirugikan. Kalau kepercayaan wisatawan sudah jatuh, dampaknya bisa panjang bagi perekonomian daerah,” jelas Kelvin.

Komisi B DPRD Magetan, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan di lapangan dan tidak segan memanggil dinas terkait apabila imbauan yang telah disampaikan tidak segera ditindaklanjuti.

Kelvin juga mengingatkan agar dinas tidak menunggu kasus viral terlebih dahulu untuk bergerak, melainkan proaktif melakukan pengawasan demi menjaga citra pariwisata Magetan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan