Harumkan Nama Daerah, SMAN 2 Magetan Raih Penghargaan Sekolah Berintegritas Jawa Timur

Kepala SMAN 2 Magetan, Asmaul Kusnah, S.Pd., M.Pd., saat menerima penghargaan dari Pemprov Jatim.(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – SMAN 2 Magetan resmi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai sekolah berintegritas, berkarakter, dan berprestasi. Penetapan ini merupakan langkah konkret menuju Zona Integritas (ZI) guna mewujudkan visi Jatim Cerdas melalui penyediaan SDM yang unggul dan berdaya saing global.

Kepala SMAN 2 Magetan, Asmaul Kusnah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar label, melainkan komitmen dalam mengimplementasikan sembilan nilai utama antikorupsi di lingkungan sekolah.

“Kami menerapkan nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Ini menjadi pondasi bagi seluruh ekosistem sekolah,” ujar Asmaul saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Asmaul menyoroti tantangan berat di tengah gempuran digitalisasi yang mulai melunturkan nilai etika dan adab generasi muda. Menurutnya, penguatan karakter kini menjadi prioritas utama bagi tenaga pendidik di SMAN 2 Magetan.

Salah satu langkah berani yang diambil sekolah adalah program pembatasan penggunaan gadget. Ponsel siswa wajib dikumpulkan saat jam pelajaran berlangsung, kecuali jika dibutuhkan untuk materi tertentu. Fokus belajar dikembalikan pada buku teks (textbook) guna meningkatkan daya konsentrasi siswa.

“Pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua adalah mitra utama. Pendidikan dasar dimulai dari keluarga, sedangkan sekolah bertugas memoles dan melanjutkannya,” tambahnya mengenai pentingnya sinergi antara sekolah dan wali murid.

Untuk membudayakan nilai-nilai tersebut, SMAN 2 Magetan meluncurkan program inovatif bertajuk “Asri” (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk kepedulian lingkungan, serta “Jumat Bersepeda KK” (Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras).

Asmaul menekankan bahwa pendidikan antikorupsi tidak boleh berhenti pada teori di dalam kelas, melainkan harus menjadi budaya sehari-hari. Dalam hal ini, guru memegang peranan krusial sebagai ujung tombak.

“Guru harus menjadi role model atau teladan utama. Integritas harus dimulai dari pendidiknya sebelum diajarkan kepada siswa. Saya berharap seluruh guru konsisten mengimplementasikan hal ini di setiap kelas,” imbuhnya.

Dengan langkah ini, SMAN 2 Magetan optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh untuk menjawab tantangan zaman.(ton/red)

Tinggalkan Balasan