MAGETAN (Lensamagetan.com) – SMP Negeri 4 Magetan membuktikan bahwa momen kelulusan tak harus identik dengan kemewahan. Dalam gelaran purnawiyata tahun ajaran 2025/2026, SMPN 4 Magetan memilih memanfaatkan Gedung Olahraga (GOR) milik Pemkab sebagai lokasi acara, tanpa mengurangi kekhidmatan maupun kemeriahan, Rabu (10/6/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa esensi perpisahan siswa jauh lebih penting daripada sekadar gengsi tempat. Acara pelepasan 318 siswa kelas IX tersebut berlangsung hangat dan penuh haru.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Magetan, Suhardi, komite sekolah, serta orang tua/wali murid yang turut menyaksikan momen bersejarah bagi putra-putri mereka.
Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, memberikan apresiasi tinggi atas konsep sederhana namun bermakna yang diusung SMPN 4 Magetan. Ia menilai, penggunaan fasilitas sekolah sendiri justru mencerminkan efisiensi sekaligus nilai edukatif.
“Ini bukan soal mewah atau tidaknya tempat. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anaknya selama tiga tahun. Purnawiyata adalah momen mengembalikan anak-anak kepada orang tua dengan penuh kebanggaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Suhardi juga menyoroti kualitas lulusan SMPN 4 Magetan yang dinilai seimbang antara akademik dan spiritual. Hal ini terlihat dari adanya prosesi wisuda tahfidz bagi siswa penghafal Al-Qur’an.
“Kami sangat mengapresiasi. Tidak hanya ilmu umum yang diberikan, tetapi juga pondasi keagamaan. Tadi kita lihat ada siswa yang lulus tahfidz, ini luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Magetan, Sukadi, mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang lulus tahun ini ditargetkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA maupun SMK unggulan.
“Insyaallah 100 persen melanjutkan. Banyak yang menuju sekolah favorit seperti SMA Negeri 1 dan 2 Magetan, SMK Yosonegoro, hingga SMA Negeri 1 Maospati,” jelasnya.
Dari sisi akademik, Sukadi menyebut capaian siswa tahun ini cukup membanggakan. Nilai rata-rata juara kelas paralel dari kelas 9A hingga 9J menunjukkan persaingan yang ketat dan kualitas yang merata.
Di akhir kesempatan, Sukadi menitipkan pesan penuh makna kepada para alumni agar bisa menjadi lebih baik setelah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jaga nama baik sekolah, jaga nama baik orang tua. Terus melangkah dengan semangat dan motivasi tinggi untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Purnawiyata ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi menjadi simbol keberhasilan perjalanan tiga tahun yang kini mengantar para siswa menuju babak baru kehidupan.(niel/red)












