MAGETAN (Lensamagetan.com) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mulai menguatkan barisan organisasi internal dengan melantik pengurus dari 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam agenda konsolidasi partai yang digelar di Aula Wisma Perjuangan, Magetan, Sabtu (16/5/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono, jajaran Forkopimda, serta para ketua partai politik di Kabupaten Magetan.
Momentum ini menjadi langkah strategis PDI Perjuangan dalam memperkuat mesin partai hingga tingkat kecamatan menjelang dinamika politik nasional dan pemilu mendatang.
Dikesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono menegaskan bahwa tantangan politik saat ini tidak hanya berada di lapangan, tetapi juga di ruang digital, khususnya media sosial.
Menurutnya, arus informasi di media sosial memiliki dua sisi, yakni sehat dan tidak sehat, bahkan berpotensi memengaruhi cara berpikir masyarakat.
“Kita tahu sekarang kondisi media sosial ada yang sehat dan tidak sehat. Itu bisa mencuci otak manusia. Kita tidak boleh kalah dengan buzzer yang mengubah hal negatif menjadi seolah-olah positif,” tegasnya.
Ia menekankan seluruh kader struktural, khususnya pengurus PAC yang baru dilantik, wajib aktif membangun narasi positif melalui media sosial. Minimal setiap pengurus diwajibkan memiliki akun Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai sarana komunikasi politik sekaligus media edukasi masyarakat.
“Semua kader struktural wajib punya akun media sosial. Kalau belum punya harus membuat, kalau sudah harus dilaporkan. Instruksi partai nanti berjalan melalui akun resmi itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi politik tidak cukup hanya melalui dunia digital. Pendekatan langsung kepada masyarakat tetap menjadi kekuatan utama kader di tingkat akar rumput.
“PAC itu ibarat rumah. Rumah yang bisa dinaungi siapa pun, membuat masyarakat merasa sejuk dan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa, menyampaikan bahwa kepengurusan yang dilantik merupakan kombinasi kader lama dan wajah-wajah baru.
Ia mengungkapkan lebih dari 35 persen pengurus merupakan generasi muda berusia di bawah 35 tahun, sementara hampir 36 persen diisi kader perempuan, menunjukkan proses regenerasi partai berjalan aktif.
“Ruang bagi anak muda kami buka seluas-luasnya. Ada kesenian, olahraga, keagamaan, hingga aktivisme sosial. PDI Perjuangan menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda Magetan,” jelasnya.
Menurut Diana Sasa, fokus utama partai saat ini bukan sekadar mengejar target kursi legislatif, melainkan memperkuat fondasi organisasi terlebih dahulu.
“Kami ingin menata mesin partai dulu, memperkuat struktur. Target kursi belum menjadi fokus awal. Kalau mesin sudah matang, mendekati pemilu baru kita bicara target,” tegasnya.
Pelantikan pengurus dari 18 PAC ini menjadi sinyal kuat bahwa PDI Perjuangan Magetan tengah memasuki fase konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Penguatan struktur hingga tingkat kecamatan diharapkan mampu meningkatkan komunikasi politik, soliditas kader, sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.
Dengan kombinasi kader senior, regenerasi anak muda, serta strategi komunikasi digital, PDI Perjuangan Magetan menegaskan kesiapan menghadapi kontestasi politik ke depan.(niel/red)












