Kuota PPDB 2026 Dikunci, Kacabdin Tegaskan Tak Ada Penambahan Rombel

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo–Magetan, Maskun, S.Pd., M.M.(Ist/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memastikan tidak ada penambahan rombongan belajar (rombel) untuk SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Magetan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan, Maskun, S.Pd., M.M. Ia menyebut, seluruh usulan terkait pagu dan jumlah rombel telah dikunci oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

“Terkait rombel sudah kami usulkan sebelumnya, dan hasilnya tidak ada penambahan rombel di PPDB tahun 2026 untuk wilayah Magetan,” ujar Maskun.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersifat mutlak dan berlaku untuk seluruh sekolah negeri. Artinya, sekolah tidak dapat menambah jumlah kelas meskipun jumlah pendaftar membludak.

“Kuota sudah dikunci. Jadi meskipun peminatnya banyak, tetap tidak bisa melebihi batas yang ditentukan. Kalau pagunya 10 rombel, ya hanya itu yang bisa diterima,” tegasnya.

Maskun menambahkan, kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga mutu pendidikan sekaligus mendorong pemerataan jumlah siswa, termasuk ke sekolah swasta di wilayah Magetan.

Di sisi lain, ada kabar baik bagi dunia pendidikan di Magetan. Pada tahun ajaran 2026 ini, pemerintah akan mulai mengoperasikan sekolah negeri baru, yakni SMK Negeri 1 Lembeyan.

Pada tahap awal, sekolah tersebut akan membuka dua program keahlian dengan masing-masing satu rombel, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan jurusan Pertanian.

“Tahun ini mulai menerima siswa baru, masing-masing satu kelas untuk dua jurusan, TKR dan Pertanian,” jelasnya.

Dengan sistem PPDB yang telah terintegrasi dan dikunci secara daring oleh pemerintah provinsi, untuk masyarakat khususnya orang tua dan calon siswa dihimbau untuk lebih cermat dalam memilih sekolah serta memahami kuota yang tersedia di setiap jalur pendaftaran.(niel/red)

Tinggalkan Balasan