MAGETAN (Lensamagetan.com) – Kegiatan Pramuka di MIN 3 Magetan tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa melalui latihan kedisiplinan, kemandirian, dan gotong royong.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kemah Bakti Hari Pramuka dan Pelantikan Pindah Golongan Siaga ke Penggalang yang digelar oleh Pramuka MIN 3 Magetan, Gugus Depan 01.061–01.062, pada Agustus 2026 di kawasan lapangan lembah serimpi, Desa Randugede.
Salah satu Pembina Pramuka MIN 3 Magetan, Romelah, S.Pd, mengatakan Pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib di MIN 3 Magetan. Kegiatan perkemahan menjadi bagian dari pembelajaran untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
“Pramuka ini awalnya memang mengacu sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu ekstrakurikuler Pramuka itu di pangkalan kami merupakan ekstrakurikuler wajib. Salah satu kegiatannya juga ada kemah seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan kemah sengaja dilaksanakan pada bulan Agustus sekaligus untuk memperingati HUT Pramuka ke-65. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa melalui pengalaman berada di luar lingkungan keluarga.
“Tujuannya pertama untuk melatih kedisiplinan anak didik kami, kemandirian, dan gotong royong. Itu yang paling utama kami didik kepada mereka. Termasuk latihan untuk bisa pisah dengan orang tua,” jelasnya.
Romelah menambahkan, kegiatan Pramuka di MIN 3 Magetan dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Untuk peserta didik Siaga dan Penggalang, latihan digelar setiap Jumat mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Dalam kegiatan perkemahan kali ini, jumlah peserta mencapai sekitar 335 siswa. Namun, sekitar 20 siswa tidak dapat mengikuti kegiatan karena berbagai alasan dan telah mendapatkan izin.
“Setelah diinformasikan melalui grup kelas masing-masing, dari pihak orang tua juga antusias. Mereka senang anak-anaknya mengikuti kegiatan perkemahan dan Pramuka. Bahkan banyak orang tua yang mengantar langsung anak-anaknya dari rumah ke lokasi,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pagi bersama dan upacara pembukaan yang dipimpin Kamabigus. Setelah itu, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk penampilan peserta Pegasus, yakni peserta didik kelas V dan VI yang mendapatkan pembinaan lebih sebagai calon senior atau kakak bagi adik-adik kelasnya.
Peserta juga mengikuti kegiatan penjelajahan atau hiking. Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, para siswa kembali ke lokasi kemah untuk beristirahat, melaksanakan salat, dan makan sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
“Untuk hari ini setelah upacara ada penjelajahan, hiking, dan alhamdulillah sudah sampai semua serta sudah selesai. Kemudian istirahat, salat, dan makan. Nanti sore masih ada kegiatan sampai malam,” terangnya.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah upacara pelantikan pindah golongan dari Siaga ke Penggalang. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk memasuki tahapan baru dalam kegiatan kepramukaan.
Selain itu, peserta Pegasus juga mendapat kegiatan khusus berupa jurit malam dan salat malam. Sementara seluruh peserta dijadwalkan beristirahat sekitar pukul 22.00 WIB dan bangun dini hari untuk mengikuti agenda khusus tersebut sebelum melaksanakan salat Subuh.
Romelah berharap seluruh rangkaian kegiatan perkemahan dapat memberikan pengalaman positif bagi para siswa.
“Semoga setelah adanya kegiatan perkemahan ini, anak-anak semakin meningkat dalam kedisiplinan, kemandirian, dan kegotongroyongan. Harapan kami semuanya lebih meningkat lagi dan anak-anak menjadi lebih mandiri,” pungkasnya.(niel/red)












