Opini  

Magetan Ke-351 : Berhenti Saling Menyalahkan, Saatnya Berbenah !

Agus Suyanto, Ketua PMWOI Kabupaten Magetan.(Lensamagetan.com/Ist)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Hari Jadi Magetan ke-351 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Ini momentum untuk bercermin: sudah sejauh mana Magetan bergerak maju, dan berapa banyak persoalan yang belum terselesaikan?

Magetan tidak membutuhkan seremoni yang meriah jika tata kelola pemerintahan masih perlu dibenahi. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengevaluasi diri, membuka persoalan secara transparan, dan bekerja nyata demi kepentingan rakyat.

Peristiwa hukum yang menyeret Ketua DPRD Magetan bersama dua anggota DPRD lainnya menjadi pengingat serius tentang pentingnya pengawasan, akuntabilitas, dan transparansi. Proses hukum harus dihormati, tetapi evaluasi terhadap sistem pemerintahan juga tidak boleh berhenti. Jangan sampai persoalan serupa menjadi pelajaran yang hanya berlalu tanpa perubahan.

Eksekutif dan legislatif harus bersatu dalam tujuan, bukan saling berhadapan karena ego dan kepentingan. Berbeda pendapat itu wajar. Kritik adalah kebutuhan. Pengawasan adalah kewajiban. Namun, semuanya harus bermuara pada satu hal: Magetan yang lebih baik.

Lalu bagaimana dengan rakyat?

Petani masih membutuhkan kemudahan pupuk, kepastian pasar, dan harga panen yang layak. Pendidikan harus semakin berkualitas, literasi diperkuat, dan generasi muda diberi ruang berkembang. Pasar tradisional perlu dibenahi agar perdagangan semakin hidup. Sektor pariwisata harus ditata, mulai dari kewajaran harga makanan hingga kualitas pelayanan dan pengelolaan penginapan.

Semua sektor ini saling berkaitan. Tidak mungkin Magetan maju jika petaninya belum sejahtera, pendidikannya tertinggal, pasarnya tidak nyaman, dan wisatawannya kehilangan kepercayaan.

Karena itu, pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, lembaga sosial, pers, pelaku usaha, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW harus duduk bersama. Bukan untuk mencari siapa yang paling benar, melainkan menemukan solusi atas persoalan yang nyata.

Jangan takut dikritik. Jangan malu mengakui kesalahan. Yang memalukan adalah ketika kesalahan diketahui, tetapi tidak ada kemauan untuk memperbaiki.

Kunci kemajuan Magetan hanya satu: transparansi yang diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji. Setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan, setiap anggaran harus jelas manfaatnya, dan setiap program harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Di usia ke-351 ini, Magetan tidak membutuhkan pertunjukan kekompakan, tetapi bukti kerja sama. Tidak membutuhkan pertarungan ego, tetapi keberanian untuk berbenah.

Magetan bukan milik eksekutif, bukan milik legislatif, dan bukan milik kelompok tertentu. Magetan adalah milik seluruh rakyatnya.

Selamat Hari Jadi Magetan ke-351. Saatnya bersatu, membuka diri, memperkuat pengawasan, dan bergerak bersama.

Berbeda dalam peran, satu dalam tujuan. Transparan dalam pemerintahan, sejahtera untuk rakyat. Itulah Magetan yang seharusnya kita perjuangkan.

Penulis : Agus Suyanto (Ketua PWMOI Kabupaten Magetan)

Tinggalkan Balasan