MAGETAN (Lensamagetan.com) – Sebanyak 25 awak media dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magetan.
Kegiatan yang berlangsung di Pendapa Surya Graha, Selasa (1/9/2026), tersebut menjadi bagian dari proses penyaringan sekaligus pembekalan bagi calon anggota baru PWI. Para peserta dibekali pemahaman mengenai regulasi pers, etika jurnalistik hingga tanggung jawab seorang wartawan kepada publik.
OKK tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital. Sebelum resmi menjadi anggota, calon anggota PWI dituntut memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta berbagai pedoman yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim. Materi juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Keorganisasian PWI Jatim, Mahmud Suhermono, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) PWI Pusat.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengatakan OKK memiliki peran penting dalam membentuk karakter wartawan yang berintegritas. Terlebih, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks dengan cepatnya penyebaran informasi melalui berbagai platform digital.
“Orientasi keanggotaan dan kewartawanan PWI yang berlangsung di tengah disrupsi informasi seperti saat ini menjadi sangat penting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membentuk wartawan yang berintegritas sekaligus membangun ekosistem jurnalistik yang sehat,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan pers yang profesional dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kominfo Magetan, Cahaya Wijaya. Ia mengingatkan para wartawan agar selalu menjaga independensi, ketelitian, verifikasi dan kode etik dalam setiap produk jurnalistik.
Profesionalisme, kata dia, menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dan insan pers.
“Melalui orientasi ini, besar harapan terlahir sosok-sosok wartawan yang profesional di Kabupaten Magetan. Profesionalisme akan menjadi fondasi kokoh dalam menciptakan relasi yang harmonis, transparan, dan saling mendukung antara Pemerintah Kabupaten Magetan dengan media dan wartawan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Magetan, Cahyo Nugroho, menegaskan OKK bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi pendidikan dasar yang wajib dipahami calon anggota.
Menurutnya, kemampuan menulis berita saja tidak cukup untuk menjadi seorang wartawan.
“Wartawan tidak hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga wajib menjunjung tinggi etika, independensi, akurasi, keberimbangan, serta bertanggung jawab kepada publik,” tegas Cahyo.
Ia berharap para peserta OKK nantinya mampu menjalankan profesinya secara profesional dan tetap memegang teguh marwah pers.
Dengan pembekalan tersebut, PWI Magetan berharap lahir wartawan-wartawan yang tidak hanya piawai dalam mencari dan menyajikan informasi, tetapi juga memiliki integritas serta memahami batas-batas profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.(niel/red)












