MAGETAN (Lensamagetan.com) – Nuansa berbeda terlihat dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMK PGRI 1 Magetan, Senin (4/5/2026). Ratusan siswa beserta guru tampak khidmat mengikuti prosesi upacara dengan mengenakan pakaian adat/tradisional lurik sebagai simbol pelestarian budaya bangsa.
Momentum Hardiknas tahun ini terasa kian spesial bagi keluarga besar SMK PGRI 1 Magetan. Selain memperingati hari besar pendidikan, sekolah ini juga merayakan kelulusan 104 siswa kelas XII yang dinyatakan lulus 100 persen.
Kepala SMK PGRI 1 Magetan, S. Agus Triyono, S.Pd, M.Si, M.H, menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara hari ini merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah provinsi.
“Harusnya upacara dilaksanakan pada Sabtu kemarin tanggal 2 Mei, namun ada imbauan dari provinsi untuk jenjang SMA dan SMK agar dilaksanakan serentak hari ini. Alhamdulillah, seluruh guru dan siswa sangat kompak melaksanakan upacara pagi ini,” ujar Agus Triyono saat ditemui usai kegiatan, Senin (4/5/2026).
Penggunaan baju adat lurik dalam upacara tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Agus, hal ini merupakan instruksi sekolah untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Meski demikian, sekolah tetap memberikan fleksibilitas bagi siswa yang belum memiliki baju adat.

“Saya anjurkan semuanya memakai lurik atau baju adat. Bagi siswa yang belum punya, diperbolehkan memakai batik. Yang terpenting adalah esensi kita bersama-sama menghormati Hari Pendidikan Nasional,” imbuhnya.
Ia menambahkan, peringatan Hardiknas adalah sarana vital dalam membentuk karakter siswa. “Ini adalah upaya melatih adab dan akhlak. Kita semua adalah penerus perjuangan pembangunan Indonesia, maka pembentukan karakter yang baik harus dimulai dari lingkungan sekolah,” tegasnya.
Kabar gembira juga menyelimuti pengumuman kelulusan tahun ini. Dari total 104 siswa yang mengikuti ujian, seluruhnya dinyatakan lulus. Hebatnya, mayoritas lulusan sudah tidak lagi menganggur saat ijazah mereka baru saja diterbitkan.
“Alhamdulillah, 104 siswa kami lulus semua. Bahkan, sekitar 60 persen di antaranya sudah berangkat ke luar kota untuk bekerja di berbagai perusahaan, terutama di wilayah Jakarta,” ungkap Agus dengan nada bangga.
Tingginya angka serapan kerja ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan di SMK PGRI 1 Magetan telah sesuai dengan kebutuhan industri nasional.
Peringatan Hardiknas di SMK PGRI 1 Magetan ini pun ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, menandai langkah awal para lulusan untuk terjun ke dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(ton/red)












