Suarakan Kesenjangan Digital, Surat Terbuka Syifa dari SMPN 1 Nguntoronadi Magetan Terpilih Jadi yang Terbaik

Syifa Nur Zahira, siswi kelas 8B SMP Negeri 1 Nguntoronadi bacakan surat terbuka karyanya di hadapan Bupati Magetan dalam puncak acara Hardiknas 2026 di Alun-alun Magetan, Senin (25/5/2026).

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Momentum Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Alun-Alun Magetan, Senin (25/5/2026), menjadi panggung penting untuk menyuarakan aspirasi langsung dari akar rumput pendidikan. Di tengah kemeriahan acara, perhatian publik tersedot pada pembacaan surat terbuka oleh Syifa Nur Zahira, siswi kelas 8B SMP Negeri 1 Nguntoronadi.

Syifa, yang terpilih sebagai salah satu penulis surat terbuka terbaik tingkat SMP, berkesempatan membacakan coretan harapannya langsung di hadapan Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, M.Pd., serta ribuan insan pendidikan yang memadati lokasi.

Surat yang ditulis oleh Syifa bukan sekadar formalitas. Siswi yang aktif di berbagai kegiatan di sekolah ini membawa tiga isu krusial yang ia rangkum dari pengamatan objektifnya terhadap kondisi sekolah di sekitarnya.

Saat ditemui usai acara, Syifa membeberkan poin-poin penting yang ia titipkan kepada orang nomor satu di Magetan tersebut.

“Ada tiga poin terpenting yang saya tulis. Yang pertama, adanya pemerataan teknologi komputer. Yang kedua, wadah bagi bakat-bakat siswa di Magetan. Dan yang ketiga, beasiswa untuk siswa kurang mampu serta berprestasi,” ungkap Syifa dengan tegas.

Terkait desakannya mengenai pemerataan komputer, Syifa mengaku hal tersebut didasari atas keprihatinannya melihat kesenjangan fasilitas digital antar-sekolah. Menurutnya, teknologi komputer sangat vital bagi generasi sekarang untuk mengeksplorasi dunia digital.

“Saya melihat kondisi di sekolah kita dan sekolah-sekolah lain juga, artinya memang banyak yang belum punya komputer (yang memadai). Padahal komputer itu penting untuk belajar hal-hal baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya,” tambah siswi yang bercita-cita menjadi pengusaha butik ini.

Proses kreatif penulisan surat ini diakui Syifa melalui kontemplasi yang matang. Dibimbing oleh gurunya, ia meluangkan waktu khusus untuk memetakan masalah sebelum menuangkannya ke dalam kertas.

“Untuk memikirkan isi surat dan poin-poin apa yang mau diangkat itu butuh waktu satu hari. Kemudian penulisannya dilakukan secara serentak bersama teman-teman pada tanggal 12 Mei lalu,” kenang Syifa.

Usahanya tidak sia-sia. Dari total 16.871 surat terbuka yang masuk dari siswa SMP se-Kabupaten Magetan, karya Syifa terpilih sebagai yang terbaik untuk dibacakan secara langsung di hadapan Bupati Magetan, Senin (25/5/2026).

“Perasaan saya sangat bersyukur, bangga, dan benar-benar tidak menyangka. Harapan besar saya, semoga permintaan seperti pemerataan komputer tadi bisa dikabulkan oleh Ibu Bupati,” harapnya.

Aspirasi dari Syifa Nur Zahira merupakan bagian dari total 19.610 surat terbuka (2.739 dari tingkat SD dan 16.871 dari tingkat SMP) yang dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan untuk diserahkan kepada Bupati. Selain Syifa, Rayania Oktavia dari SDN 3 Banjarejo Panekan juga terpilih membacakan surat terbaiknya di tingkat SD.

Merespons gelombang aspirasi dan dinamika pendidikan ini, Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengambil langkah responsif dan inovatif.

“Tantangan dan tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah nyata yang responsif, inovatif, serta keberanian untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegas Bupati Nanik Sumantri.

Acara puncak Hardiknas 2026 ini juga dimeriahkan oleh Tari Kolosal Lenggang Mageti yang melibatkan 2.026 penari, penandatanganan Deklarasi Sekolah ASRI, serta pembagian hadiah lomba bagi insan pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMP.(ton/red)

Tinggalkan Balasan