MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan menggelar Wisuda Kelas IX SMP IT dan Kelas XII MA IT Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan haru. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan mereka di lingkungan pesantren, Sabtu (6/6/2026).
Dewan Pembina Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, Parminto Budi Utomo, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada para santri, khususnya kelas XII yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Kepada anak-anakku, santri kelas 12, yang insyaallah akan melanjutkan pendidikan. Bekal Al-Qur’an yang kalian dapatkan, bekal adab yang kalian dapatkan, ini menjadi benteng dan penolong kalian. Diluar sana yang mungkin tidak sama dengan apa yang didapatkan di sini. Sehingga bekal tersebut harus terus dijaga dan dipertahankan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ustaz dan ustazah yang telah berperan besar dalam mendidik para santri.
“Pengorbanan, jerih payah, capek, lelah, bahkan sakitnya para ustaz-ustazah sekalian dalam mendidik anak-anak kita, hanya satu yang bisa kami sampaikan, jazakumullahu khairan katsiran. Semoga semua itu dibalas oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Parminto Budi berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang membanggakan dan bermanfaat bagi banyak pihak.
“Kami berharap anak-anak kita menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta memberikan kemanfaatan bagi dirinya, keluarga, masyarakat, hingga umat,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan momen wisuda sebagai titik awal perjalanan kehidupan yang lebih luas.
“Mudah-mudahan agenda ini menjadi momentum penting dalam perjalanan hidup anak-anak kita. Terus ingat pesan para ustadz-ustadzah dan jangan pernah melupakan jasa-jasa mereka,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MA IT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, Istiana, menyampaikan bahwa jumlah santri yang lulus tahun ini mencapai 95 orang dengan berbagai capaian prestasi.
“Untuk jumlah yang lulus ada 95 santri. Prestasinya dari berbagai bidang, mulai olahraga, seni seperti FLS3N, hingga hafalan Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekitar 80 persen santri telah menghafal 30 juz Al-Qur’an, sementara sisanya minimal telah mencapai hafalan sekitar 10 juz.
“Alhamdulillah, untuk kelulusan ini lebih dari 50 persen santri sudah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ungkapnya.
Istiana juga mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh santri, termasuk satu santri yang sempat mengalami sakit dan harus menjalani pembelajaran daring.
“Alhamdulillah lulus semua. Bahkan ada satu santri yang sempat sakit saat kelas 11 dan belajar dari rumah, tapi tetap bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik,” pungkasnya.
Wisuda ini menjadi bukti keberhasilan pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.(niel/red)












