MAGETAN (Lensamagetan.com) – Tim Refinity Magetan kembali menorehkan prestasi di ajang balap drag mobil. Mengikuti kejuaraan Java Drag Record yang digelar VITO Indonesia putaran kedua, tim asal Magetan ini sukses membawa pulang enam piala dari tiga mobil yang diturunkan.
Kejuaraan tersebut kembali digelar di Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta. Hasil positif ini sekaligus menunjukkan konsistensi Tim Refinity setelah sebelumnya juga tampil dalam putaran pertama ajang yang sama.
Rolin Noris selaku Founder Tim Refinity mengatakan, pihaknya masih fokus mengikuti kejuaraan Java Drag Record yang diselenggarakan VITO Indonesia.
“Kami masih ikut kejuaraan Java Drag Record dari VITO Indonesia, yang sama kayak putaran pertama, bedanya ini putaran kedua. Itu di Yogyakarta, di Lanud Gading lagi, di Wonosari,” ujarnya.
Dalam kejuaraan tersebut, Tim Refinity berangkat dengan membawa tiga mobil. Dari seluruh kelas yang diikuti, mereka berhasil meraih enam podium.
“Kami berangkat dengan tiga mobil. Hasilnya kami membawa pulang enam piala, dan mendapatkan juara 1, 2, 3 di kelas Modified Stock 1.800 cc, dan juara 2, 3, 4 di kelas OMR 1.500 cc,” jelasnya.
Rolin Noris mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih timnya. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Tim Refinity dalam mengikuti kompetisi balap drag resmi.
“Sebenarnya kami merasa puas karena kami bisa sekonsisten itu dalam mengikuti kejuaraan. Cuma, nanti pada akhirnya kami juga tahu bahwa mobil kami ada beberapa hal yang perlu dibenahi untuk putaran ketiganya pada Oktober tahun ini,” ungkapnya.

Menurut Rolin, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk menghadapi putaran ketiga. Beberapa hal pada kendaraan akan dibenahi agar performa mobil dapat lebih maksimal pada kompetisi berikutnya.
Selain mengejar prestasi, Tim Refinity juga membuka kesempatan bagi para penghobi otomotif untuk bergabung dan menyalurkan minat serta bakatnya di dunia balap drag mobil melalui jalur yang resmi.
“Tim Refinity selalu open untuk teman-teman yang mau bergabung dan menyalurkan minat dan bakatnya di dunia otomotif, khususnya drag mobil,” katanya.
Rolin menegaskan, balap seharusnya dilakukan di lintasan resmi yang aman dan memiliki standar penyelenggaraan yang jelas, bukan di jalan raya.
“Kami selalu open daripada kalian arogan di jalan, mending kita arogan di lintasan sekalian. Dengan lokasi yang sangat proper dan battle di kejuaraan nasional, kita malah lebih tepat di situ daripada di jalan,” tegasnya.
Di sisi lain, Rolin juga berharap pembinaan olahraga otomotif di daerah mendapat perhatian yang lebih luas. Ia meminta Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melihat potensi minat dan bakat putra daerah dari berbagai cabang olahraga otomotif.
“Untuk IMI dan Pemkab mungkin selalu melihat probabilitas lain bahwa ada minat dan bakat putra daerah itu tidak di satu sisi. Misal di road race motor saja, ada drag mobil, ada drag motor juga, ada banyak,” ujarnya.
Ia berharap setiap kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan berbagai potensi olahraga otomotif yang berkembang di daerah.
“Semoga IMI dan Pemkab melihat semua sisi sebelum membuat suatu kebijakan,” pungkasnya. (niel/red)












