MAGETAN (Lensamagetan.com) – Sebuah toko yang berlokasi di kawasan padat Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Magetan, dilaporkan dilalap si jago merah pada Sabtu (2/5/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik tersebut mengakibatkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini menimpa toko milik P. Wiyono yang terletak di RT 03/RW 03. Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan sekitar pukul 19.48 WIB melalui panggilan darurat dari salah seorang karyawan toko.
Menanggapi laporan tersebut, Regu 1 Damkar Magetan bergerak cepat. Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Magetan, Ali Sukamto, SH. MM., melalui laporan petugas di lapangan menyebutkan bahwa personelnya sudah berada di titik lokasi hanya berselang lima menit setelah laporan masuk.
“Petugas tiba di lokasi pada pukul 19.53 WIB. Untuk mencegah api merembet ke bangunan di sisi kanan dan kiri, kami langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran guna melokalisir titik api,” ungkap Ali Sukamto saat dikonfirmasi di lapangan.
Fokus utama petugas saat tiba adalah melakukan pemadaman intensif di area ruang staf, yang diidentifikasi sebagai titik awal munculnya api. Setelah kobaran api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan (cooling) dan penilaian situasi (size up).
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran sekunder. Beruntung, kesigapan petugas membuat api tidak sampai menjalar ke seluruh area utama toko.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari pemilik bangunan, total kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp50.000.000. Meski mengalami kerugian finansial yang signifikan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, Ali Sukamto memberikan peringatan kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar lebih memperhatikan standar keamanan instalasi listrik.
“Dugaan awal adalah korsleting listrik di ruang staf. Kami meminta masyarakat untuk rutin mengecek kelaikan instalasi listrik dan memastikan tidak ada perangkat elektronik yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan saat toko tutup,” tegasnya menutup keterangan.(ton/red).












