Budaya  

Dikenal Punya Ribuan Keris, Mas Langgeng : Saya Hanya Merawat Sejarah

Mas Langgeng Kolektor Tosan Aji dari Kabupaten Magetan.(Anton/HARIAN BANGSA)

MAGETAN ( Lensamagetan.com) – Puluhan Kolektor benda pusaka ikuti Pameran Tosan Aji yang digelar oleh Paguyuban Sejarah Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Pekatik), di Kabupaten Magetan, Kamis (24/11/2022).

Salah satu kolektor itu adalah Mas Langgeng, warga Desa Grabahan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.

Dalam kalangan pelestari Tosan Aji, Mas Langgeng dikenal sebagai salah satu pemuda yang giat nguri-nguri budaya leluhur khususnya Tosan Aji.

Dan jangan heran, karena hobinya itu, menurut para kolektor Tosan Aji di Kabupaten Magetan, koleksi Keris Mas Langgeng ini sudah mencapai ribuan dengan berbagi jenis dan juga dari berbagai daerah.

“Kalau Keris Mas Langgeng itu ribuan, dan bagus-bagus,” kata Dawit salah satu Kolektor dan Pencinta Keris di Kabupaten Magetan, Kamis (24/11/2022).

Sementara itu, saat ditemui Lensamagetan.com, Mas Langgeng atau dengan nama lengkap Agus Langgeng mengaku, yang dilakukanya itu hanyalah sebatas melestarikan dan merawat benda-benda budaya yang sudah di wariskan oleh para leluhur.

Bahkan, pemuda yang berperawakan tinggi besar ini tidak mengakui kalau koleksi kerisnya sudah mencapai ribuan.
“Belum banyak mas, baru sekitar tujuh ratusan,”jelasnya.

Langgeng menerangkan, koleksi Tosan Aji yang di Koleksinya ini berasal dari banyak cerita. Mulai dari pemberian masyarakat dan juga memahari yang dikumpulkannya sejak tahun 1999.

“Lingkungan sayakan Keraton Purwodadi, jadi di sekitar itu masih banyak pusaka-pusaka, akhirnya gak ada yang ngurusi kemudian diberikan. Ada juga yang dimaharkan,” ujarnya.

Langgeng meyakini, sugesti keris-keris yang di koleksinya saat ini bisa menenangkan hati, dan membuat aura rumahnya menjadi adem.

“Kalau menurut saya semakin banyak Keris, rumah akan lebih adem. Karena semua tahu Keris-Keris ini dulunya dibuat dengan niat baik, dan berbagai ritual. Empu pun, zaman dulu juga membuat Keris itu berbeda – beda sesuai dengan pemegangnya, seperti Petani Kerisnya Tilamsari, Brojol dan kalau pejabat nanti beda lagi,”imbuhnya.

Dalam kesempatan Pameran Tosan Aji ke -2 di Kabupaten Magetan kali ini, Mas Langgeng juga mengikutkan puluhan koleksi Kerisnya, yang diantaranya Keris Mageti. Keris langka asli dari Kabupaten Magetan yang tidak ternilai harganya.

“Pada pameran ini saya ikutkan 40, 5 diantaranya Keris Mageti satu semua, malah yang berdiri itu Keris Mageti Satu Mbah Guno Satu, dengan Rajah Ratu Pinayungan. Itu sangat langka dan asli keris dari Magetan,”bebernya

Mas Langgeng berharap, dengan adanya Pameran Tosan Aji seperti sekarang ini, masyarakat khususnya generasi muda juga mau ikut melestarikan benda-benda pusaka peninggalan para pendahulu seperti Keris, Tumbak, Pedangan dan lainnya.

“Saya hanya merawat sejarah, karena sejarah Keris ini menurut saya sangat luar biasa. Kalau zaman sekarang mungkin beli bahan besi untuk membuat Keris itu mudah, banyak di toko besi. Tapi kalau zaman dahulu harus mencari dulu, bahkan mungkin sampai naik gunung untuk mencari bahan besi. Masak orang-orang luar negeri saja banyak yang merawat, malah kita tidak,” tutupnya.(ton/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *