Bangun Literasi Sejarah, “Kadang Militan” Ziarah ke Makam Gubernur Suryo

Rombongan Kadang Militan saat ziarah ke Makam Gubernur Suryo.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Semangat menjaga nilai sejarah dan menghormati jasa para leluhur ditunjukkan komunitas baru Kadang Militan, yang terdiri dari rombongan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Magetan, melalui kegiatan ziarah di kompleks makam Pahlawan Nasional R.M.T. Ario Soerjo atau Gubernur Suryo, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ziarah ini menjadi langkah awal komunitas yang masih dalam tahap pembentukan tersebut untuk menanamkan nilai kebangsaan, spiritualitas, sekaligus penguatan karakter pendidikan berbasis sejarah lokal.

Salah satu anggota Kadang Militan, Sarno Arbara, menjelaskan bahwa komunitas ini dihuni para pendidik yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan kearifan lokal Magetan.

“Kadang Militan ini utamanya datang ke makam Gubernur Suryo untuk berkirim doa kepada para sesepuh di Magetan, khususnya Gubernur Suryo dan para bupati yang dimakamkan di sekitar sini,” ujarnya.

Ia menuturkan, rombongan yang terdiri dari guru-guru dan kepala sekolah tersebut memiliki tujuan sederhana namun bermakna, yakni memanjatkan doa agar Magetan tetap menjadi daerah yang aman, tenteram, dan damai sebagaimana diwariskan para pendahulu.

“Intinya kami datang untuk berdoa, dengan harapan Magetan selalu aman, tentram, dan damai seperti yang diwariskan para sesepuh,” tambahnya.

Sarno juga menyebutkan, Kadang Militan merupakan komunitas baru yang belum dideklarasikan secara resmi. Gagasan pembentukannya muncul setelah mereka mendapat undangan dari komunitas Sedulur Sikep di wilayah Blora.

“Kami terinspirasi melihat bagaimana masyarakat di Blora atau Randublatung sangat menghargai sesepuhnya. Kami merasa di Magetan juga harus memiliki gerakan serupa,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga ahli waris Gubernur Suryo, Murries Subiyantoro, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pendidik yang tergabung dalam Kadang Militan.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas kerawuhan kawan-kawan Kadang Militan yang sudah berziarah di makam Gubernur Suryo ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Ingat Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Di Magetan ini ada makam Pahlawan Nasional Gubernur Suryo yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, di kompleks makam keluarga tersebut juga dimakamkan lima Bupati Magetan dari Trah Keluarga Ngeksipurno yang pernah memimpin daerah dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ziarah memiliki makna reflektif sekaligus edukatif.

“Ziarah mengingatkan kita pada kematian sekaligus mendoakan para leluhur agar amal kebaikannya diterima di sisi Allah,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran komunitas Kadang Militan yang diisi kalangan guru dan kepala sekolah mampu membawa dampak positif, khususnya dalam meningkatkan literasi sejarah serta karakter generasi muda di Magetan.

“Mudah-mudahan kehadiran Kadang Militan ini membawa berkah dan kebermanfaatan, terutama dalam konteks literasi agar kualitas masyarakat Magetan semakin baik,” pungkasnya.(niel/ton)

Tinggalkan Balasan