Diana Sasa: Megawati Soekarnoputri Wujud Nyata Semangat Kartini Hari Ini

Diana AV Sasa, Anggota DPR Provinsi Jatim Fraksi PDI Perjuangan.(Ist/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum reflektif bagi Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana A.V. Sasa, untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam kepemimpinan bangsa. Ia menilai, semangat Kartini hari ini tidak hanya hadir dalam gagasan, tetapi juga tercermin dalam figur-figur perempuan yang mampu bertahan dan memimpin di tengah tekanan, salah satunya Megawati Soekarnoputri.

“Bagi saya, mengenang era Kartini bukan sekadar emansipasi, akan tetapi sebuah penegasan bahwa suara perempuan adalah sebuah kekuatan bagi bangsa,” ujar Diana A.V. Sasa, Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, Kartini tidak hanya mewariskan gagasan tentang kesetaraan, tetapi juga keberanian untuk berpikir dan bersuara, bahkan ketika ruang perempuan masih sangat terbatas.

“Kartini itu mengajarkan keberanian berpikir, bersuara, bahkan ketika ruangnya dibatasi. Dan saya rasa hari ini semangatnya masih sangat relevan,” lanjutnya.

Diana menilai, meskipun perempuan kini telah banyak mengisi ruang publik baik di sektor politik, ekonomi, maupun sosial, tantangan struktural masih terus ada. Kekerasan terhadap perempuan, stigma terhadap perempuan vokal, hingga beban ganda masih menjadi realitas yang dihadapi hingga saat ini.

Dalam konteks tersebut, Diana secara khusus melihat Megawati Soekarnoputri sebagai figur yang merepresentasikan nilai-nilai Kartini dalam praktik kepemimpinan modern.

“Nah pada titik ini saya melihat Megawati Soekarnoputri sebagai contoh Kartini hidup hari ini. Sosok yang menunjukkan bahwa perempuan bisa memimpin dengan keteguhan nilai, dengan keberanian mengambil keputusan yang berbeda dengan kebanyakan, dan tentu saja konsistensi dalam tekanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan kepemimpinan perempuan tidak hanya terletak pada kehadiran di ruang publik, tetapi pada kemampuannya dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

“Bagi saya, sebuah bangsa yang kuat itu bukan hanya memberi kesempatan bagi perempuan, bukan hanya memberi tempat bagi perempuan, tapi juga menjadikan perempuan sebagai penentu masa depan bagi sebuah bangsa,” pungkas Diana Sasa.

Melalui momentum Hari Kartini, Diana mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada peringatan simbolik, tetapi menjadikannya sebagai refleksi untuk terus memperkuat peran dan kepemimpinan perempuan di berbagai lini kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan