MAGETAN (Lensamagetan.com) – SMK Yosonegoro Magetan resmi mengukuhkan kerja sama strategis dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melalui peluncuran Kelas Khusus Teknik Sepeda Motor (TSM) Yamaha, Rabu (29/4/2026). Langkah ini adalah salah satu upaya SMK Yosonegoro dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah internasional.
Acara peresmian yang berlangsung meriah di halaman depan sekolah ini diawali dengan penampilan seni Reog Yoso Manggolo. Hadir dalam seremoni tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Magetan, Sunarti Condrowati, Manager ASD dan Education PT YIMM, Harry P. Sugiharta, serta jajaran pimpinan Yamaha DDS V Madiun.
Manager ASD dan Education PT YIMM, Harry P. Sugiharta, menjelaskan bahwa pencapaian SMK Yosonegoro masuk ke level Kelas Khusus (Level A) merupakan buah konsistensi selama 13 tahun. Dimulai dari level C, sekolah ini terus dievaluasi hingga berhasil mencapai standar tertinggi Yamaha.
“Kurikulum di sini mengacu pada Yamaha Technical Academy Global. Siswa yang lulus akan mendapatkan sertifikat level Bronze. Di mana pun sertifikat ini dibawa, selama masih di lingkup Yamaha, itu diakui di seluruh dunia,” ujar Harry.
Harry menambahkan bahwa visi besar dari kolaborasi ini adalah mencetak putra-putri daerah dari Magetan yang mampu menembus pasar kerja global atau go international.
Ditempat yang sama, Kepala SMK Yosonegoro Magetan, Muh. Amien, S.Ag., mengungkapkan rasa syukurnya atas pengukuhan ini. Menurutnya, SMK Yosonegoro kini terpilih menjadi bagian dari hanya 56 sekolah di seluruh Indonesia yang memiliki kelas khusus resmi Yamaha.

“Siswa yang masuk kelas khusus ini disiapkan untuk memiliki kompetensi di atas rata-rata. Melalui portal karier Yamaha, mereka memiliki akses untuk melamar pekerjaan di seluruh jaringan Yamaha se-Indonesia,” jelas Amien. Ia menekankan bahwa status ini memberikan kepastian masa depan bagi para siswa dibandingkan kelas reguler.
Sementara itu, inovasi pendidikan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Magetan, Sunarti Condrowati, menyebutkan bahwa model kerja sama link and match seperti ini adalah solusi konkret menekan angka pengangguran.
“Pemerintah sangat mendukung. Anak-anak kita tidak hanya lulus dan dapat sertifikat, tapi langsung dibekali keahlian untuk bekerja. Inovasi seperti inilah yang dibutuhkan generasi muda Magetan untuk membangun bangsa di masa depan,” tegas Sunarti.
Dengan resminya Kelas Khusus Yamaha ini, SMK Yosonegoro Magetan semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri manufaktur raksasa.(ton/red)












