Hapus Stigma Matematika Sulit, Pemkab Magetan Luncurkan Metode GASING

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard pukul gong tandai diluncurkannya metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). (Lensamagetan.com/Ist)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi memulai langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peluncuran program pelatihan GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan). Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir siswa agar tidak lagi merasa takut dalam menghadapi pelajaran matematika.

Peresmian program yang berlangsung di Pendapa Surya Graha pada Senin (4/5/2026) ini merupakan hasil sinergi strategis antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Pemkab Magetan, dan Gasing Academy.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan bahwa penguatan kemampuan numerasi adalah kunci utama dalam mendongkrak prestasi akademik di level internasional, khususnya dalam penilaian PISA (Programme for International Student Assessment).

“Metode GASING menawarkan pendekatan yang sederhana namun efektif. Kami ingin membangun fondasi akademik yang kuat bagi siswa melalui pemahaman konsep angka yang menyenangkan, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan pendidikan ke depan,” ujar Febrian.

Program ini melibatkan berbagai elemen pendidikan. Wakil Rektor Bidang Hukum Unesa, Bachtiar Sjaiful Bachri, menjelaskan bahwa pelatihan akan dilaksanakan secara intensif di SMPN 1 Magetan. Sebanyak 116 peserta yang terdiri dari jajaran dosen, guru, hingga siswa terpilih akan mengikuti program ini mulai 4 Mei 2026.

Rektor Unesa, Nurhasan, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi yang kompetitif.

“Kita ingin melahirkan pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan percaya diri. Dengan metode pembelajaran yang tepat, siswa asal Magetan diharapkan mampu bersaing di kancah global,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Magetan dalam sambutannya memberikan motivasi khusus kepada para siswa. Ia berharap kehadiran metode yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya ini mampu menumbuhkan pola pikir logis dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.

Menurut Prof. Yohanes Surya selaku Founder Gasing Academy, pelatihan ini akan berlangsung selama 17 hari di bawah bimbingan pelatih profesional. Ia menyebut metode ini sebagai konsep “belajar bahagia,” di mana siswa diajak memahami matematika melalui interaksi yang dinamis dan tidak membosankan.

Seremoni peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Menteri PPN bersama Bupati Magetan, Rektor Unesa, serta Prof. Yohanes Surya, sebagai simbol dimulainya era baru pembelajaran numerasi di Bumi Mageti.(ton/red)

Tinggalkan Balasan