Laga Perdana Mabox Shaduk Jotosh: Eko ‘Koyon’ Tumbangkan Bunari dari DKT Gank

Eko Koyon, petarung asal Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan menang melawan Bunari dari kubu DKT Gank.(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – GOR Mageti Kabupaten Magetan bergemuruh pada Minggu (31/5/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan gelaran perdana Mabox (Magetan Boxing) Shaduk Jotosh, sebuah ajang tarung bebas yang berhasil menyedot perhatian petarung lokal hingga luar daerah.

Salah satu partai yang paling mencuri perhatian adalah laga antara Eko, petarung asal Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan, melawan Bunari dari kubu DKT Gank.

Eko, yang akrab disapa “Koyon” atau “Koboy Belotan,” tampil dominan sejak bel ronde pertama berbunyi. Mengandalkan kombinasi pukulan yang efektif dan ketahanan fisik yang prima, Koboy Belotan hanya membutuhkan waktu 3 ronde penuh untuk menumbangkan perlawanan sengit Bunari “Bungkul”.

Kemenangan ini disambut gemuruh sorak-sorai ratusan pendukung fanatiknya yang memadati GOR Mageti.

Ditemui seusai pertandingan, S. Agus Triyono, S.Pd, M.Si, M.H, selaku pelatih sekaligus Ketua Rayon PSHT Belotan, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian warganya. Ia mengungkapkan bahwa kemenangan ini tergolong luar biasa mengingat waktu persiapan yang sangat minim.

“Ini luar biasa sekali, kami latihan hanya sekitar 3 minggu. Ini baru awal, dan Eko adalah perwakilan resmi dari PSHT Rayon Belotan,” ujar Agus Triyono kepada media.

S. Agus Triyono, S.Pd, M.Si, M.H, selaku pelatih sekaligus Ketua Rayon PSHT Belotan bersama petarungnya Eko Koyon.(Anton/Lensamagetan.com)

Agus juga menambahkan bahwa atmosfer GOR Mageti dan militansi para pendukung menjadi bahan bakar utama bagi mental bertanding Eko di atas ring.

“Semangatnya luar biasa dari awal, apalagi didukung oleh pendukung yang luar biasa pula. Yang baru kami munculkan ini baru satu, sebenarnya masih banyak atlet-atlet potensial lainnya dari Belotan,” imbuhnya.

Kejuaraan Mabox Shaduk Jotosh ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung sesaat. Pihak manajemen PSHT Rayon Belotan membidik ajang ini sebagai pemantik semangat bagi generasi muda di wilayahnya untuk berani berprestasi di jalur formal.

“Harapannya, kemenangan ini menjadi motivasi bagi adik-adik di Belotan agar juga ikut berprestasi. Jangan mau kalah dengan para senior yang terus mengukir prestasi,” imbuhnya.

Dengan suksesnya gelaran perdana ini, Mabox Shaduk Jotosh diproyeksikan akan menjadi salah satu kiblat baru olahraga ketangkasan dan bela diri di Karesidenan Madiun.(ton/red)

Tinggalkan Balasan