Dana Guyub Rukun Program Bupati-Wakil Bupati Magetan Mulai Dirasakan Warga Desa Wates

Bahu jalan yang terlihat dicor dari dana guyub rukun oleh masyarakat RT 04 RW 01 , Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Program Dana Guyub Rukun sebesar Rp 3 juta untuk setiap RT di Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mulai direalisasikan sesuai hasil musyawarah warga.

Program ini merupakan salah satu program unggulan yang diusung Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dan Wakil Bupati Suyatni Priasmoro saat kampanye Pilkada Magetan. Melalui program tersebut, setiap RT di Kabupaten Magetan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3 juta untuk mendukung pembangunan lingkungan maupun kegiatan kemasyarakatan berdasarkan hasil musyawarah warga.

Di Desa Wates sendiri terdapat 15 RT yang masing-masing menerima alokasi dana tersebut. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lingkungan.

Salah satu contoh realisasi penggunaan anggaran tersebut berada di RT 04 RW 01. Ketua RT 04 RW 01, Marsono, menjelaskan bahwa penggunaan dana telah diputuskan melalui musyawarah bersama warga dan para ketua RT.

Marsono mengatakan, dari total dana Rp3 juta, sebesar Rp 1 juta disepakati untuk tambahan biaya operasional TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), sedangkan Rp 2 juta digunakan untuk pembangunan lingkungan di RT 04 RW 01.

“Sudah ada kesepakatan. Sebelumnya sudah ditawarkan ke RT-RT. Yang Rp 1 juta itu untuk tambahan biaya operasional TPS3R. Kami sepakat dan sudah dimusyawarahkan,” ujar Marsono.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa adanya unsur pemaksaan.

“Tidak ada pemaksaan. Semua melalui kesepakatan bersama,” katanya.

Sementara itu, dana sebesar Rp 2 juta dimanfaatkan untuk pembuatan birman atau cor bahu jalan di sisi kiri dan kanan jalan di lingkungan RT 04 RW 01. Selain itu, sebagian material juga digunakan untuk menyelesaikan pembangunan taman di samping posko RT.

Menurut Marsono, pembangunan dilakukan secara swadaya melalui kerja bakti masyarakat. Karena sebagian besar warga bekerja pada siang hari, pengerjaan biasanya dilakukan pada malam hari.

“Yang Rp 2 juta digunakan untuk material pembuatan birman atau cor bahu jalan kiri dan kanan jalan serta penyelesaian taman di samping posko. Pengerjaannya dilakukan kerja bakti warga, biasanya malam hari karena siangnya banyak yang bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan di wilayah RT 04 RW 01 kini telah terealisasi dan tinggal menyelesaikan beberapa bagian.

“Alhamdulillah sudah terealisasi. Tinggal penyelesaian sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Terkait proses pengambilan keputusan, Marsono mengakui dalam musyawarah sempat muncul perbedaan pendapat. Namun setelah dilakukan penjelasan, mayoritas peserta akhirnya menyepakati penggunaan dana tersebut.

“Namanya musyawarah pasti ada yang setuju dan ada yang belum setuju. Setelah diberikan penjelasan akhirnya sama-sama menerima. Yang setuju memang lebih banyak,” pungkasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan