MAGETAN (Lensamagetan.com) – Operasi pencarian besar-besaran di sekitar Jembatan Ngujur, Desa Ngujung, Kecamatan Nguntoronadi, berakhir memilukan. Setelah melakukan penyisiran intensif selama hampir satu hari penuh, tim gabungan akhirnya menemukan korban Davin Andriano Mustaqin (18), yang dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026) sore.
Jasad korban ditemukan mengapung sekitar 450 meter dari titik awal kejadian. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur potensi SAR.
Upaya pencarian dimulai sejak Kamis pagi pukul 07.00 WIB. BPBD Kabupaten Magetan bersama TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Nguntoronadi, dan Pemdes Ngujung terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban. Koordinasi ini menjadi landasan resmi pembukaan Posko Operasi SAR (Opsar).
Kondisi cuaca yang cerah dan debit air sungai yang mulai menurun pada pukul 07.30 WIB memberikan sedikit titik terang bagi petugas. Sekitar pukul 09.30 WIB, Tim BASARNAS tiba di lokasi untuk memperkuat armada, yang dilanjutkan dengan apel Open SAR.
Melalui rilis resmi Pusdalops-pb, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, S.STP., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh guna mempercepat proses penemuan.
“Kami mengerahkan total 86 personel gabungan yang dibagi ke dalam enam satuan tugas (satgas). Tim 1 hingga Tim 4 berfokus pada penyisiran air menggunakan perahu LCR dari BPBD Magetan, BASARNAS, BPBD Madiun, dan SAR MTA. Sementara itu, dua tim lainnya melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai wilayah barat dan timur,” ujar Eka Radityo.
Pada pukul 10.45 WIB, Tim BASARNAS sempat menerapkan teknik manuver ombak di bawah jembatan. Teknik ini bertujuan untuk memicu benda-benda yang terjepit di dasar sungai agar naik ke permukaan. Secara simultan, tim lain menyisir aliran sungai hingga sejauh 3,2 kilometer menuju Dam Duyung Takeran.
Meski sempat menemui jalan buntu hingga siang hari, tim tidak menyerah. Setelah evaluasi pada pukul 13.30 WIB, strategi diubah dengan memfokuskan seluruh armada LCR di bawah Jembatan Taji.
“Kondisi di lapangan memang cukup dinamis, namun berdasarkan hasil evaluasi siang tadi, kami memutuskan untuk memfokuskan kembali armada di titik-titik yang dianggap rawan. Alhamdulillah, pada pukul 15.10 WIB, ketekunan tim membuahkan hasil dan korban berhasil ditemukan,” tambah Eka Radityo.
Proses evakuasi jenazah selesai dilakukan pada pukul 15.30 WIB untuk kemudian ditangani oleh pihak medis dan kepolisian sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Laka Air di Jembatan Ngujur resmi dinyatakan berakhir. Tepat pukul 16.14 WIB, dilaksanakan apel penutupan untuk membubarkan seluruh unsur yang terlibat, termasuk BPBD, BASARNAS, TNI, Polri, dan relawan, guna kembali ke kesatuan masing-masing.
Pihak BPBD Magetan pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama mengingat kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.(ton/red)












