MAGETAN (Lensamagetan.com) – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Madrasah Ibtidaiyah (MI) PSM Dosi Magetan melangkah konkrit dalam membangun kepedulian lingkungan bagi para peserta didik. Bekerja sama dengan Bank Sampah Sapu Jagad (BSSJ) Magetan, pihak sekolah menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik hingga pembuatan Sofa Botok (Botol Plastik) yang berlangsung di lingkungan sekolah, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi praktis agar para siswa dapat mengenali, memilah, dan mengolah sampah plastik yang kerap menjadi persoalan di lingkungan sekitar.
Direktur Bank Sampah Sapu Jagad, Juli Kuswanto, S.H., menjelaskan bahwa pelatihan diawali dari pengenalan pemilahan sampah organik dan anorganik hingga teknik pembuatan ecobrick.
“Anak-anak kita edukasi bagaimana proses pemilahan sampah yang benar, bukan malah dibuang ke selokan atau sungai. Dari sampah plastik yang sudah dipilah, kita latih mereka membuat ecobrick terlebih dahulu sebagai langkah dasar, yang nantinya diproyeksikan menjadi produk bermanfaat seperti Sofa Botik,” ujar Juli Kuswanto di sela-sela kegiatan, Kamis (23/7/2026).
Juli menambahkan, BSSJ selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan instansi pendidikan di Magetan yang ingin menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Pihak sekolah maupun masyarakat yang ingin bekerja sama dapat dengan mudah menghubungi BSSJ melalui kanal resmi WhatsApp maupun media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube Bank Sampah Sapu Jagad.
“Harapan kami ke depan, para siswa memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di sekolah. Lebih dari itu, mereka bisa memanfaatkan sampah menjadi sebuah berkah dan bernilai ekonomis,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala MI PSM Dosi Magetan, Indah Listyaningsih, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menanamkan kebiasaan memilah sampah menjadi tiga bagian utama kepada para siswa.
“Peringatan Hari Anak Nasional ini kami isi dengan kegiatan edukatif. Tujuannya agar anak-anak peduli dan mampu memilah sampah secara mandiri. Kami berharap pembiasaan yang diajarkan di sekolah ini bisa diterapkan hingga ke rumah masing-masing,” terang Indah.
Indah juga menceritakan bahwa ide pengolahan sampah ini sebenarnya sudah lama ia rencanakan, namun baru dapat terealisasi berkat kolaborasi dengan Bank Sampah Sapu Jagad.
“Menggerakkan kepedulian lingkungan memang butuh kesadaran dan sinergi. Dulu baru sebatas ide, dan alhamdulillah dalam momen Hari Anak Nasional ini bisa terealisasi dengan menghadirkan tim BSSJ secara langsung agar anak-anak belajar praktik secara interaktif,” pungkasnya.(ton/red)












