MAGETAN (Lensamagetan.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan terus menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan. Momentum Gathering dan Halalbihalal yang digelar Rabu (15/4/2026) dimanfaatkan sebagai ajang mempererat sinergi sekaligus menyampaikan capaian strategis lembaga kepada para relawan dan mitra kerja.
Ketua PMI Kabupaten Magetan, Dr. Drs. H. Bambang Trianto, MM, menegaskan bahwa keberhasilan PMI meraih Akreditasi Paripurna serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak lepas dari dukungan luas masyarakat.
“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Ada pendonor, relawan, hingga para pihak yang memberikan hibah dan dukungan moral. Momentum ini menjadi ruang untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kolaborasi kemanusiaan di Magetan,” ujarnya.
Menurutnya, PMI Magetan baru saja menyelesaikan audit eksternal dengan hasil membanggakan. Lembaga kemanusiaan tersebut berhasil meraih Akreditasi Paripurna, yakni tingkat tertinggi dalam standar penilaian mutu pelayanan PMI. Akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 2026 hingga 2031.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja bersama. Ini bukan keberhasilan individu, melainkan keberhasilan seluruh keluarga besar PMI dan masyarakat Magetan,” jelasnya.
Tak hanya aspek pelayanan, transparansi pengelolaan keuangan juga menjadi perhatian utama. PMI Magetan kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor eksternal sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan dana kemanusiaan.
“Kalau pelayanannya sudah Paripurna, maka harus dipertahankan. Begitu juga pengelolaan keuangan. Dana yang dikelola PMI berasal dari masyarakat, jadi harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 tamu undangan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh elemen relawan PMI, mulai dari relawan sekolah, Tenaga Sukarela (TSR), hingga Korps Sukarela (KSR).
Dalam kesempatan itu, PMI Magetan juga memberikan penghargaan kepada para pendonor darah aktif yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10, 25, 50, 75 hingga 100 kali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kemanusiaan mereka.
Lebih lanjut, menanggapi terkait selama Lebaran 2026, Bambang memastikan ketersediaan stok darah di Magetan tetap aman. PMI menerapkan strategi jemput bola dengan menyasar berbagai komunitas lintas agama dan kelompok masyarakat.
“Kami bergerak ke berbagai komunitas, termasuk tempat ibadah dan komunitas non-muslim. PMI tidak memandang perbedaan, selama memenuhi syarat medis, semua demi membantu sesama yang membutuhkan darah,” pungkasnya.(niel/ton)












