Semangat Berkurban dan Pendidikan Karakter, Tahfidz Leadership Magetan Sembelih Satu Sapi

Pembina Tahfidz Leadership Cabang Magetan yang sekaligus owner dari Pusaka Land, Bedid Nana Sambodo.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan Tahfidz Leadership Cabang Magetan untuk menanamkan nilai pengorbanan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat sekitar.

Pada kali ini, kegiatan kurban mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya menyembelih satu ekor kambing, kini berhasil menyembelih satu ekor sapi.

Pengampu Tahfidz Leadership Cabang Magetan, Muhammad Hasrul Faiz, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang tinggi dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah untuk tahun ini kita menyembelih satu sapi. Kalau tahun kemarin satu kambing. Dan antusias masyarakat sangat luar biasa, baik dari warga sekitar, santri Tahfidz Leadership, maupun karyawan Pusaka Land,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Daging kurban tersebut selanjutnya didistribusikan kepada warga sekitar dengan total sekitar 300 paket, masing-masing seberat kurang lebih satu kilogram.

“Ini dibagikan untuk warga sini sekitar 300 paket,” tambahnya.

Menurut Hasrul, pelaksanaan kurban di lokasi tersebut juga bertujuan untuk semakin menghidupkan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat. Ia menyebut, selain kegiatan kurban, berbagai aktivitas keagamaan juga rutin dilakukan bersama warga.

“Kita ingin di sini ramai, karena di masjid juga ada kegiatan kurban sendiri. Selain itu, kita juga punya TPQ, bahkan kemarin malam takbiran keliling bersama ibu-ibu yasinan dan warga, dan itu sangat meriah,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina Tahfidz Leadership Cabang Magetan yang sekaligus owner dari Pusaka Land, Bedid Nana Sambodo, menekankan bahwa esensi kurban bukan hanya sebatas penyembelihan hewan, namun juga pembelajaran nilai spiritual bagi para santri.

Menurutnya, kurban menjadi sarana untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dalam mengorbankan Nabi Ismail, yang di era modern dapat dimaknai sebagai upaya mengendalikan ego dan kesombongan.

“Ismail-Ismail kita hari ini bisa berupa kesombongan, jabatan, maupun harta. Melalui kurban ini, kami ingin santri memahami pentingnya mengorbankan ego dan meneladani Nabi Ibrahim,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan ini mampu membentuk karakter santri Tahfidz Leadership agar lebih rendah hati dan memiliki jiwa pengorbanan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kegiatan tersebut, Tahfidz Leadership Cabang Magetan tidak hanya berbagi kebahagiaan Idul Adha, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pendidikan karakter berbasis keagamaan di tengah masyarakat.(niel/red)

Tinggalkan Balasan