Dipercantik, Monumen SMSI Jadi Daya Tarik Wisata Baru di Cilegon

Monumen SMSI di kawasan Alun-alun Kota Cilegon yang mulai dipercantik.(Anton/Lensamagetan.com)

CILEGON (Lensamagetan.com) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon bergerak cepat melakukan penataan estetika kota melalui peremajaan tanaman di sekitar Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Area monumen yang terletak di kawasan Alun-Alun Kota Cilegon tersebut kini tampil lebih asri, segar, dan representatif.

Langkah proaktif jajaran pemerintah daerah ini mendapat apresiasi tinggi dari SMSI Kota Cilegon. Peremajaan ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keindahan kota sekaligus penghormatan atas nilai sejarah pers nasional yang melekat pada monumen tersebut.

Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menyampaikan bahwa gerakan gotong royong yang diinisiasi oleh Disperkim ini menjadi bukti kuatnya komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon dalam memelihara fasilitas publik dan ikon kemitraan antara pemerintah dan pers.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Disperkim serta perhatian besar dari Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Di tengah padatnya agenda pelayanan publik, pemerintah daerah tetap jeli memperhatikan detail estetika kota, termasuk Monumen SMSI yang kini juga menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) di Cilegon,” ujar Wawan, Sabtu (30/5/2026).

Dalam penataan ulang ini, Disperkim menanam beberapa jenis tanaman hias berkarakter kuat, di antaranya pohon bugenvil tiga warna, pohon tabebuya, dan pohon asoka. Kehadiran vegetasi baru ini diharapkan mampu membangkitkan kembali nuansa ruang terbuka hijau yang nyaman bagi warga sekitar maupun pelancong.

SMSI berharap program penataan ruang publik semacam ini dapat diadopsi secara berkelanjutan di titik-titik strategis lainnya. Tujuannya agar Cilegon tidak sekadar tumbuh sebagai kota industri, melainkan juga bertransformasi menjadi kota yang humanis, teduh, dan asri.

Mengenal Monumen SMSI: Simbol Sejarah Pers Siber Terbesar Dunia

Selain menjadi magnet estetika baru di Alun-Alun Cilegon, Monumen SMSI memuat nilai historis yang mendalam bagi lanskap media digital tanah air. Berikut adalah rekam jejak dan fakta menarik di balik berdirinya monumen tersebut:

Asal-usul Organisasi: SMSI saat ini tercatat sebagai organisasi media siber terbesar di dunia. Monumen ini menjadi tonggak pengingat atas kolaborasi profesionalisme media dalam mengawal demokrasi nasional.

Waktu Peresmian: Monumen ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, pada 7 Februari 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Provinsi Banten.

Status Hukum: Setelah melebarkan sayap di 34 provinsi, SMSI resmi diakui sebagai konstituen Dewan Pers berdasarkan SK Nomor 22/SK-DP/V/2020 pada 29 Mei 2020.

Filosofi Arsitektur Monumen

Desain fisik monumen ini tidak dirancang sembarangan, melainkan merangkum kode angka tahun berdirinya SMSI (2017) melalui simbolisme arsitektur:

3 Anak Tangga: Melambangkan bulan kelahiran SMSI (Maret).

7 Pilar Demokrasi: Melambangkan tanggal kelahiran SMSI (7 Maret).

Tinggi 2,17 Meter: Merepresentasikan tahun berdirinya organisasi, yaitu 2017.

Jejak Tokoh Cilegon dalam Sejarah SMSI

Pembangunan monumen ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas gagasan pendirian SMSI oleh Firdaus, bersama tokoh PWI Pusat Atal S. Depari dan Teguh Santosa, serta pengurus PWI Provinsi Mirza Zulhadi dan Mursyid Sonsang.

Kota Cilegon memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan organisasi ini. Akta pendirian SMSI pertama kali diterbitkan oleh Notaris (Alm.) H.M. Isya di Kota Cilegon. Tak hanya itu, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Pataka SMSI pertama kali dirumuskan dan dibuat oleh Ria Ulfiani, seorang putri daerah alumni sekolah Al Islah Cilegon, dengan dukungan pendanaan awal dari Wiri Astuti. Pataka tersebut kemudian dikibarkan untuk pertama kali dalam pengukuhan Pengurus SMSI Provinsi Bengkulu.

Melalui keberadaan monumen ini, Kota Cilegon resmi menancapkan posisinya sebagai “Titik Nol” kebangkitan media siber Indonesia. Simbol ini mempertegas bahwa di samping statusnya sebagai kota industri, Cilegon adalah rahim tempat lahirnya integritas dan kemajuan pers digital di tanah air.(ton/red)

Tinggalkan Balasan