Ratusan Warga PS Boedi Oetomo Ikuti Ziarah Leluhur Pendiri Perguruan di Magetan

Ketua Umum Ps Boedi Oetomo bersama para pengurus dan warga saat berziarah ke Makam leluhur di Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Ratusan warga Pencak Silat Boedi Oetomo mengikuti tradisi ziarah ke makam para pendiri dan sesepuh perguruan di Kabupaten Magetan. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun tersebut menjadi bagian dari peringatan 10 Asyuro sekaligus doa bersama untuk mengenang jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar berdirinya perguruan.

Ketua Umum Pencak Silat Boedi Oetomo, Drs. Suyono, mengatakan rangkaian ziarah diawali dari kawasan Jalan Raung menuju makam Mbah Abdul Kholiq Subolo, yang dikenal sebagai pendiri pertama Boedi Oetomo.

Selanjutnya rombongan melanjutkan ziarah ke makam para sesepuh lainnya, di antaranya Supriyono, Marwawi, Mbah Waji, Marto, Eyang Nrangkusumo, Mbah Ngatnan, hingga Mbah Wuryanto Soetomo.

“Selain itu masih ada beberapa leluhur Boedi Oetomo lainnya, seperti Kuswarso di Selosari, Mbah Mangun Tioso di Tawang Anom, dan Kyai Haji Supandi di Kopek,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, ziarah tersebut merupakan agenda rutin yang sejatinya dilaksanakan setiap tanggal 10 Asyura. Namun, pelaksanaannya tahun ini disesuaikan dengan kondisi dan hasil koordinasi bersama aparat keamanan agar tidak bersamaan dengan kegiatan perguruan lain.

“Ini merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para guru serta leluhur Pencak Silat Boedi Oetomo, terutama Eyang Abdul Kholiq Subolo beserta para sesepuh lainnya,” katanya.

Suyono menuturkan, Pencak Silat Boedi Oetomo resmi berdiri di Magetan pada tahun 1963. Perguruan ini lahir dari semangat para pemuda pelajar Islam yang ingin menjaga keamanan negara dan mempertahankan nilai-nilai keagamaan di tengah situasi politik saat itu.

“Boedi Oetomo bernafaskan agama. Pada masa awal berdiri, para pendiri berlatih secara berpindah-pindah dari rumah ke rumah untuk menghindari gangguan. Mereka juga turut berjuang menjaga keamanan ketika terjadi gejolak politik pada masa itu,” jelasnya.

Kegiatan ziarah tahun ini diikuti sekitar 500 lebih warga Pencak Silat Boedi Oetomo yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan serta sejumlah peserta dari Kabupaten Wonogiri.

Suyono berharap tradisi ziarah tersebut dapat terus dilestarikan sebagai sarana mengenang sejarah berdirinya Pencak Silat Boedi Oetomo sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga perguruan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan