Satreskrim Polres Magetan Bekuk Sindikat Pelaku Curanmor Yang Meresahkan

  • Bagikan
Pelaku Pencurian Sepeda Motor Yang Berhasil Dibeluk Satreskrim Polres Magetan.(Anton/Lensa Magetan)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang meresahkan warga Magetan berhasil dibekuk Satreskrim Polres Magetan.

Kedua pelaku adalah P (43) Warga Desa Temenggungan Karas dan S (26) Desa Cileng Kecamatan Poncol.

Kasi Humas Polres Magetan, AKP Budi Kuncahyo mengatakan, bahwa pengungkapan kasus tidak pidana pencurian itu bermula dari laporan salah satu warga Desa Temboro Kecamatan Karas Magetan yang merasa kehilangan kendaraanya yang saat itu diparkir di teras rumahnya.

“Pemilik kendaraan yang mejadi korban ini adalah Ifansyah (41) warga desa Temboro Kecamatan Karas, yang saat itu sepeda motor miliknya di teras rumah raib pada awal Desember 2021 lalu. Diketahui motornya hilang pada saat hendak menjalankan sholat subuh,” jekas AKP Budi Kuncahyo, Selasa (14/12).

Menyadari motornya hilang, lanjut Kasi Humas, kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada polisi. Selanjutnya laporan tersebut ditindak lanjuti Satreskrim Polres Magetan yang akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku.

Pelaku Sindikat Curanmor Sebagai Penadah Yang Berhasil Dibekuk Satreskrim Polres Magetan.(Anton/Lensa Magetan)

“Pelaku pertama yang berhasil kami tangkap berinisial “P” 43 tahun warga Temengungan Karas di rumahnya. Kemudian dilakukan pengembangan kami amankan satu lagi rekan pelaku berinisial “S” 26 tahun warga Cileng Kecamatan Poncol di rumahnya tanpa perlawanan,” ujarnya.

Dari tangan pelaku turut diamankan satu unit motor Honda Megapro milik korban. Kemudian dari pengembangan hasil interogasi dan pemeriksaan awal turut disita dan diamankan sebagai barang bukti lain yakni satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau Nopol AE 3224 QM, kemudian satu unit sepeda motor merk Suzuki Satria Fu Nopol AE 5520 DA dan uang tunai sebesar Rp 505.000.

“Kedua pelaku curanmor yang telah tertangkap ini masih akan dilakukan pemeriksaan dan penyidikan mendalam, Karena dimungkinkan masih ada pelaku lain,” pungkas Budi Kuncahyo.(ton/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KALENDER-WISATA-1
error: