MAGETAN (Lensamagetan.com) – Belum resmi beroperasi, Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, justru mengalami kerusakan pada bagian kanopi teras.
Kanopi gerai tersebut dilaporkan tiba-tiba ambruk pada Kamis (24/9/2026) sore. Kondisi ini menjadi perhatian lantaran beberapa hari sebelumnya bangunan tersebut baru saja menjalani monitoring dan evaluasi (monev) oleh pihak terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan kanopi pada bagian depan gerai roboh di salah satu sisinya. Sejumlah bagian konstruksi terlihat mengalami kerusakan, sementara puing-puing kanopi masih tampak menyatu dengan struktur bangunan utama.
Kepala Desa Balegondo, Drs. Suroso, membenarkan peristiwa tersebut. Saat dikonfirmasi, Suroso mengaku baru tiba dari Surabaya dan mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.
“Benar mas, saya baru pulang dari Surabaya ini, kalau kejadiannya sore tadi,” ujar Suroso.
Yang menjadi perhatian, menurut Suroso, kondisi bangunan tersebut sebenarnya telah dibahas saat pelaksanaan monev pada Selasa (22/9/2026), atau dua hari sebelum kanopi ambruk.
Monev tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekaligus mengevaluasi hasil pembangunan gerai KDMP Desa Balegondo.
Suroso mengatakan, saat monev berlangsung, pihaknya bersama pihak terkait sempat melihat adanya bagian bangunan yang dinilai tidak normal.
“Sebenarnya Selasa itu pas monev sudah dibicarakan, kok ini kelihatannya miring. Ternyata kok ini malah roboh,” imbuhnya memungkasi keterangan.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian karena kerusakan terjadi pada bangunan yang belum resmi digunakan untuk operasional koperasi. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab teknis ambruknya kanopi tersebut.
Termasuk apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan konstruksi bangunan atau faktor lainnya, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten.
Besaran kerugian material akibat kejadian tersebut juga belum diketahui. Pemerintah Desa Balegondo diperkirakan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pelaksana pembangunan, untuk memastikan penyebab kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganannya.(niel/red)












