MAGETAN (Lensamagetan.com) – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Magetan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Balai Desa Baron, Kecamatan Magetan, Selasa (28/7/2026). Musda tersebut menjadi momentum untuk memilih ketua definitif sekaligus memperkuat kembali soliditas organisasi setelah sempat terjadi dinamika internal.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Magetan, jajaran Forkopimca Magetan, serta perwakilan perangkat desa dari berbagai kecamatan.
Penjabat (Pj) Ketua PPDI Kabupaten Magetan, Fatkhur Puji Rahmanto, mengatakan pelaksanaan Musda dilakukan lebih awal menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya pada Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) di Desa Sugihwaras pada Januari 2026.
Menurutnya, kepengurusan sebelumnya sebenarnya masih memiliki masa jabatan hingga tahun 2026 sesuai Surat Keputusan (SK), dengan sisa masa kepengurusan sekitar tujuh bulan.
Fatkhur mengakui dinamika yang terjadi di internal organisasi tidak lepas dari dampak kontestasi politik yang sempat memengaruhi hubungan antaranggota.
“Namanya organisasi tentu ada riak-riak sedikit. Ada pengaruh politik, baik untuk skala Jawa Timur maupun Magetan. Secara organisasi PPDI netral, tapi dinamika di tingkat bawah memang sempat berimbas,” ujar Fatkhur di sela-sela kegiatan, Selasa (28/7/2026).
Sebagai upaya menjaga kekompakan organisasi, Musda dipilih menjadi jalan untuk menyatukan kembali seluruh perangkat desa yang tergabung dalam PPDI Magetan. Sementara itu, ketua sebelumnya yang mengundurkan diri kini menempati posisi sebagai penasihat organisasi.
“Kita mengadakan Musda ini biar kembali bersatu. Solid lagi perangkat desanya dan tidak ada kubu-kubuan lagi,” tegasnya.
Fatkhur menyebut PPDI Kabupaten Magetan saat ini menaungi sekitar 2.370 perangkat desa yang tersebar di 207 desa pada 18 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.200 orang tercatat sebagai anggota aktif.
Dalam proses pemilihan ketua definitif, Musda menggunakan mekanisme di mana setiap gabungan tiga Pengurus Kecamatan (PK) mengusulkan satu nama calon ketua.
“Siang ini langsung dilakukan pemilihan ketua definitif yang dipimpin oleh ketua sidang. Setelah ketua baru dan tim formatur terbentuk, agenda langsung dilanjutkan dengan Rakerda untuk menyusun arah program kerja lima tahun ke depan,” pungkas Fatkhur.(niel/red)












