Geger Warga Vs Perades Malang Saat Pembagian Bansos, Ini Kata Kadis PMD Magetan

Kepala Dinas PMD Kabupaten Magetan.(Lensamagetan.com/Istimewa)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Viral di media dengan keluhan salah satu warga Desa Malang, Kecamatan Maospati yang diduga mendapat perlakuan arogan dari oknum Perangkat desa mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Eko Muryanto.

Saat dihubungi tim media, Eko Muryanto membenarkan bila memang terjadi kesalahpahaman antara warga Desa Malang Andri Suwarni dan salah satu Perangkat Desa Malang saat pengambilan bansos.

Namun jawaban Eko, hasil dari kroscek ke Camat Maospati, apa yang disampaikan Andri Suwarni yang merasa menjadi korban tidak semuanya benar karena pihak perangkat desa membantah melakukan pengancaman itu.

“Tadi sudah saya konfirmasi ke Pak Camat, dari hasil komunikasi dengan Kamituwo yang bersangkutan katanya tidak ada pengancaman, versi Perades itu katanya Pak Andri dipanggil tapi belum datang, datangnya sedikit terlambat, kemudian saat hampir selesai pembagian beliaunya pak Andri marah-marah karena pada kolom namanya sudah ada yang menandatangani, akhirnya terjadi adu mulut antara Kamituwo dan Pak Andrinnya,” kata Kadis PMD Magetan, Eko Muryanto.

Menurut Eko, sebenarnya permasalahan bantuan sosial bukanlah menjadi ranahnya untuk menanggapi. Tapi karena pemberitaan di media yang muncul ada kaitannya dengan kode etik perangkat desa maka dirinya juga ikut berbicara.

“Kepala Desa maupun Perangkat harus selalu bersikap profesional, baik, dan ramah dalam memberikan pelayanan. Masyarakat kan banyak, mereka memiliki sifat dan karakter masing-masing, oleh karena itu pemerintah desa dituntut untuk menjadi pengayom, tidak boleh emosi apalagi arogan dalam menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.

Dari pandangan Eko, terjadinya permasalahan tersebut dimungkinkan karena miss komunikasi saja, karena perangkat desa dalam kondisi lelah saat pembagian bansos sehingga mudah tersulut emosinya.

“Mungkin karena kondisi sudah lelah karena melayani banyak orang ditambah ada kesalahpahaman jadi lebih cepat emosi, tapi saya tekankan bahwa pemerintah di desa harus sabar dalam menghadapi segala situasi, dan saya harapkan permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan,” tutupnya.(niel/ton)

Tinggalkan Balasan