Hadirkan Praktisi Media Profesional, UPTD SPNF SKB Magetan Gelar Pelatihan Jurnalistik

Redaktur Lensamagetan.com, Anton Suroso saat memberikan materi pelatihan Jurnalistik di UPTD SPNF SKB Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Magetan menggelar pelatihan jurnalistik bagi warga belajar pendidikan kesetaraan. Kegiatan yang berlangsung di Aula dan Laboratorium Komputer SKB Magetan ini diikuti sebanyak 25 peserta dari Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 Mei 2026 tersebut menghadirkan sejumlah praktisi media profesional sebagai narasumber, yakni Agus Suyanto (Pimpinan Redaksi Lawu TV sekaligus Ketua PWMOI), Soekoco (Wartawan Kompas.com), Anton Suroso (Redaktur LensaMagetan.com), serta Lutfi Azhar Syafii (Direktur PT Worldwide Youth Pioneer).

Kepala UPTD SPNF SKB Magetan, Winarno Basuki, mengatakan pelatihan jurnalistik dipilih sebagai upaya meningkatkan kemampuan warga belajar agar lebih produktif memanfaatkan teknologi digital yang sudah akrab dalam keseharian mereka.

“Tema utama jurnalistik ini agar anak-anak mampu mengoptimalkan kemampuan di bidang media, sekaligus memanfaatkan handphone yang biasa mereka pegang. Minimal mereka bisa membuat berita maupun video yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi menjadi bekal keterampilan nyata bagi peserta setelah lulus dari pendidikan kesetaraan.

“Harapannya mereka memiliki skill yang bisa dimanfaatkan setelah lulus, bisa mandiri, dan mampu menggunakan media secara optimal,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan yang diwakili Kabid PAUD dan PNF, Muhammad Sulistiana, yang menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran berbasis keterampilan yang dilakukan SKB Magetan.

“Saya mewakili dinas sangat mengapresiasi pelatihan jurnalistik dan keterampilan las yang diselenggarakan SKB Magetan. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat dan tentu kami mendukung penuh agar ke depan bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga harus mampu membangun keterampilan hidup serta semangat belajar warga belajar.

“Warga belajar memiliki gairah atau semangat tinggi mengikuti kegiatan ini. Dengan bekal semangat tersebut, insyaallah mereka mampu mengikuti pelatihan keterampilan jurnalistik maupun las dengan baik,” katanya.

Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan nonformal dan insan pers profesional, pelatihan ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan bermedia sosial menjadi karya jurnalistik bernilai, sekaligus membuka peluang masa depan bagi warga belajar di era digital.(niel/ton)

Tinggalkan Balasan