Kabar Baik, Program D3 Industri Pengolahan Kulit ATK Yogyakarta Segera Dibuka di Magetan

Tim ATK Yogyakarta datang dan silaturahmi dengan Bupati Magetan Suprawoto didamping Kepala Disperindag dan Kepala Dikpora Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri kulit di Magetan, Politeknik ATK Yogyakarta segera membuka Program D3 Industri Pengolahan Kulit di Kabupaten Magetan.

Program ini merupakan kerja sama ATK Yogyakarta dengan Pemerintah, karena Magetan dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit yang memasok kulit dan produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya.

Bahkan, Kabupaten Magetan juga akan dijadikan sentra kulit di Indonesia, karena termasuk pengolahan kulit terbaik dan difasilitasi pemerintah. Sehingga usaha penyamakan kulit berjalan, dan hampir semua produk kulit di Jogja bahan baku berasal dari Magetan.

“Kami sedang merintis kerjasama program D3  industri untuk meningkatkan pengembangan SDM industri pengolahan kulit di Magetan. Sehingga kedepannya wirausahawan industri kulit di Magetan semakin maju,” kata Sugiyanto, Direktur Politeknik ATK Yogyakarta.

Dijelaskan Sugiyanto, program D3 industri pengolahan kulit ini merupakan pendidikan vokasi Industri berbasis dual sistem, salah satu program Kementerian Perindustrian.

Program ini menggunakan metode pembelajaran yang mengutamakan praktik daripada teori pembelajaran, yakni 70% praktik dan 30% teori.

“Perkuliahan 70% praktek bersama mitra industri dan kerjasama asosiasi pengolahan kulit di Magetan. Sebagian online maupun dosen datang kesini. Diharap kedepannya agar industri pengolahan kulit lebih maju, SDM jangka panjang tingkat ahli,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Bupati Magetan Suprawoto berharap program kerjasama ini berjalan dengan baik, dan fokus pada perkembangan kampus, agar menjadi bibit tehnik kulit yang pertama.

“Perkembangan perguruan tinggi ini harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Bidang keahlian difokuskan, pembangunan ke arah mana perguruan tinggi tersebut. Semoga bisa menjadi embrio tehnik kulit yang pertama di Asia Tenggara,” tambahnya.

Sebagai informasi, Karana kuliah vokasi, kuota mahasiswa dibatasi hanya 20. Pun, diutamakan untuk calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademis bagus, dan tingkat ekonomi rendah. Kolaborasi kuliah di mitra industri dan di kampus Yogyakarta.(ton/red)