Kirab Boyong Kedaton di Kelurahan Sukowinangun, Gerakkan Perekonomian Masyarakat

Ritual Budaya Kirab Boyong Kedaton di Kelurahan Sukowinangun Kecamatan Magetan.(Daniel/Lensa Magetan)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Ratusan warga magetan padati jalan Raya Kuthi untuk melihat secara langsung prosesi Kirab Boyong Kedaton yang dilaksanakan Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Minggu (7/8/2022).

Selain melestarikan budaya leluhur, acara Kirab Boyong Kedaton yang mempunyai nilai sakral tersebut merupakan kegiatan perdana yang diadakan oleh Kelurahan Sukowinangun.

Kapala Kelurahan Sukowinangun, Sucipto menyampaikan, bahwa kegiatan Kirab Boyong Kedaton dimulai dari tadi malam, dari rumah Eyang Sepuh Somo Sanjoyo guna meminjam pusaka keris, tombak dan payung untuk dibawa ke Kelurahan Sukowinangun.

“Jadi gini, untuk Kirab Boyong Kedaton ini sebetulnya sudah digagas oleh para tokoh masyarakat Sukowinangun sejak 3 tahun yang lalu, namun karena ada pandemi jadi tertunda. Kegiatan ini murni masyarakat dan idenya dari masyarakat, sehingga anggaranya pun dari swadaya masyarakat,”kata Sucipto, Minggu (7/8/2022).

Kirab Boyong Kedaton memasuki Kantor Kelurahan Sukowinangun.(Daniel/Lensa Magetan)

Sucipto menjelaskan, selain memberikan hiburan bagi masyarakat dan memberdayakan para UMKM yang ada di Sukowinangun, Kirab Boyong Kedaton ini juga untuk meminta keberkahan dan keselamatan dari Tuhan YME bagi seluruh masyarakat Sukowinangun.

“Intinya agar semua masyarakat Sukowinangun selalu diberikan keselamatan, kesehatan dan rezeki yang barokah oleh Tuhan YME,” ujarnya.

Sementara itu, disisi lain, Bupati Magetan Suprawoto yang hadir didampingi Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan, bahwa tradisi budaya maupun pusaka adalah ciri khas orang jawa. Maka dari itu perlu dilestarikan, seperti acara Boyong Kedaton di Kelurahan Sukowinangun ini.

“Kegiatan seperi ini mengingatkan kita kembali dan bukan kita mengkultuskan pusaka, tetapi kita melestarikan warisan budaya leluhur. Kita sebagai orang jawa, tidak lepas dari yang namanya adat budaya dengan ritual, sedangkan ritual itu penuh dengan makna dan budaya, jadi jangan di artikan lain,” jelas Bupati Magetan.

Bupati berharap, kegiatan seperti ini bisa berlanjut untuk diadakan, karena selain memberikan hiburan pada masyarakat, juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat disekitarnya.

“Nanti kedepannya kegiatan seperti ini harusnya bisa dijadikan kegiatan rutin, karena selain melestarikan budaya juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar seperti pedagang UMKM di bawah binaan Kelurahan Sukowinangun itu sendiri,”tutupnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.