Pameran Tosan Aji, Buka Serangkaian Acara Joyo Jayaning Nuswantoro di Magetan

Pj Bupati Magetan Hergunadi saat meninjau pameran Tosan Aji.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Sebagai wujud pengembangan dan pelestarian budaya leluhur, Pemkab Magetan berkolaborasi dengan Paguyuban Sejarah Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Pekatik) dan Komunitas Tosan Aji se Kabupaten Magetan dan perwakilan menggelar Pameran dan Bursa Tosan Aji, Kamis (11/7/2004).

Bertempat di gedung Tripandita Magetan, pameran dan bursa Tosan Aji yang keempat ini diikuti puluhan kolektor dari seluruh Nusantara yang memajang koleksi tosan aji dalam bursa.

Pameran ini menyuguhkan ratusan koleksi tosan aji, termasuk keris, tombak, pedang, dan senjata-senjata tradisional lainnya. Setiap koleksi memiliki nilai sejarah dan artistik yang tinggi, menceritakan kisah masa lalu yang kaya akan tradisi dan kepercayaan.

Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Hergunadi mengatakan, acara pameran Tosan Aji ini merupakan wujud kepedulian dalam pelestarian budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia.

“Acara pameran Tosan Aji ini selain untuk melestarikan warisan budaya leluhur, juga untuk menumbuhkan kecintaan dan memberi edukasi kepada masyarakat khusunya kaum milenial sekarang ini. Tosan aji ini kan dulunya merupakan sarana mempertahankan eksistensi dari masing-masing daerah,” kata Hergunadi.

Selain pameran, acara ini juga menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung seperti workshop pembuatan keris, seminar tentang sejarah tosan aji, dan pertunjukan seni tradisional. Pengunjung juga dapat menikmati bazar atau bursa yang menjual berbagai cenderamata dan replika senjata tradisional.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Magetan, Joko Trihono menyampaikan, bahwa untuk tahun ini, Pameran Tosan Aji merupakan salah satu rangkaian acara “Joyo Jayaning Nuswantoro” yang akan diselenggarakan mulai 11 Juli hingga 14 Juli 2024 mendatang.

“Pameran Tosan Aji ini sebagai acara pembuka dalam event “Joyo Jayaning Nuswantoro”. Nanti juga akan ada acara Gumolong Lampah Hastungkoro Andum Bolu Rahayu, jamasan pusaka kadipaten, panggung seni tradisional seniman Magetan, terus ada lomba ratu kebaya khas dan terakhir akan ada pagelaran wayang kulit,” ungkapnya.

Joko Trihono juga menyampaikan terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung acara “Joyo Jayaning Nuswantoro” yang rela menyumbangkan bantuan moril maupun materiil hingga bisa terselenggara acara tersebut dan bisa memberikan edukasi maupun hiburan untuk masyarakat Magetan.

“Terkait anggaran memang difasilitasi oleh Pemkab Magetan dan diselenggarakan oleh komunitas yang mereka ikut berperan serta didalam pendanaan kegiatan ini. Teman-teman komunitas ini sangat luar biasa, terimakasih sudah menyumbangkan tenaga dan bantuan materialnya sehingga acara ini bisa terselenggara,” tandasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan