Polemik Permasalahan Warga dan Salah Satu Perades Malang Maospati Berakhir Damai

Kepala Desa Malang Sumali Tunjukan berita acara perjanjian damai antara kedua belah pihak.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Polemik permasalahan yang terjadi antara salah satu Perangkat Desa Malang, Kecamatan Maospati (JP) dengan Andri Suwarni, warga Desa Malang, berakhir dengan perjanjian damai.

Peryataan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Malang, Sumali saat ditemui awak media di Kantor Desa Malang. Meskipun sebenarnya dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut bisa menjadi viral di media, padahal menurutnya permasalahannya itu hanya miss komunikasi saja.

“Sebenarnya kesepakatan perdamaian sudah terjadi sejak 4 Juli lalu, namun karena belum ada Berita Acara saat itu, maka saya baru bisa menyampaikannya sekarang ini setelah pertemuan ulang untuk tanda tangan berita acara. Intinya permasalahan sudah terselesaikan, ya semoga kedepan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” ungkapnya.

Didalam berita acara, Kepala Desa Malang, Sumali juga menyampaikan bahwa kedua belah pihak sudah sepakat berdamai tanpa ada tuntutan apa pun. Karena kedua belah pihak sudah saling menyadari kondisi dan situasi disaat permasalahan terjadi.

Dengan selesainya permasalahan tersebut, Sumali juga menghimbau kepada seluruh warga Desa Malang agar kedepannya bisa lebih bijaksana dan terbuka jika ada permasalahan terkait dengan kinerja Pemerintah Desa maupun permasalahan yang lainnya.

“Saya menghimbau pada warga saya, masyarakat Desa Malang jika dikemudian hari ada permasalahan maka segera komunikasikan langsung ke saya sebagai Kepala Desa, supaya tidak melebar kemana-mana. Tugas kita adalah mengayomi, memberikan pelayanan dengan baik, ramah, sopan dan santun pada masyarakat, jadi adanya masalah ini juga dapat menjadi pembelajaran untuk yang lainnya agar lebih profesional lagi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, mengeluh mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, Andri Suwarni, warga Desa Malang, Kecamatan Maospati , Kabupaten Magetan sesalkan arogansi salah satu perangkat Desa Malang.

Perbuatan arogansi tersebut terjadi saat pembagian bansos berupa beras untuk masyarakat miskin, Andri Suwarni yang notabenenya warga setempat juga mendapatkan undangan dari Pemdes Malang untuk mengambil jatah bansos atas namanya.

Usai ramai diberitakan media terkait seorang warga Desa Malang, Kecamatan Maospati yang mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu perangkat desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ikut angkat bicara.

Eko Muryanto, Kepala Dinas PMD Magetan saat dihubungi awak media hari Rabu (3/7/2024) kemarin, langsung melakukan kroscek dengan menghubungi Camat Maospati untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dan diakui memang terjadi kesalahpahaman antara salah satu warga Desa Malang dengan perangkat desa Malang yang menjabat sebagai salah satu Kamituwo.(niel/red)

Tinggalkan Balasan