PONOROGO (Lensamagetan.com) – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berkah Sejahtera Desa Galak, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo mulai merealisasikan program usaha penggemukan kambing setelah sebelumnya mengalami penyesuaian anggaran dan perubahan rencana usaha.
Direktur Bumdes Berkah Sejahtera, Riyan P. Handoko, menjelaskan bahwa tidak ada persoalan dalam pelaksanaan program. Namun, realisasi kegiatan sempat tertunda karena pencairan anggaran dilakukan di akhir tahun 2025.
“Kalau permasalahan nggak ada ya Mas. Karena Bumdes kemarin itu sebenarnya anggaran di 2025. Awalnya pengajuan 20 persen sekitar Rp160 juta, tapi ada pemangkasan dari desa untuk kebutuhan operasional sehingga total yang kami terima tinggal Rp80 juta,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menuturkan, dana tersebut baru cair pada akhir Desember 2025, sehingga kegiatan fisik baru dapat dilaksanakan pada awal tahun 2026.
“Nah, Rp80 juta itu cair di akhir tahun, sekitar tanggal 25 atau 26. Jadi baru bisa kita kerjakan di 2026 ini. Pendampingan dari kecamatan juga tidak masalah karena memang kondisional,” jelasnya.
Awalnya, Bumdes Galak merencanakan usaha peternakan ayam petelur dengan nilai proposal sekitar Rp150 juta. Namun setelah anggaran berkurang, rencana usaha akhirnya diubah melalui musyawarah bersama perangkat desa dan pengurus Bumdes.
“Karena tinggal Rp80 juta, nggak mungkin untuk ayam petelur. Akhirnya diputuskan melalui musyawarah untuk mengambil kemitraan kambing penggemukan. Jadi anggaran itu digunakan untuk kambing, kandang, sekaligus pakan,” tambahnya.
Proses pelaksanaan juga sempat mengalami kendala administratif akibat pergantian kepengurusan Bumdes, termasuk mundurnya bendahara lama sehingga harus dilakukan pembentukan struktur baru.
Selain itu, pembangunan kandang membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Karena pengerjaan mendekati Hari Raya Idulfitri, pengisian ternak akhirnya dijadwalkan setelah Lebaran agar pengelola dapat merawat ternak secara optimal.
“Uang masuk akhir tahun, terus ada pergantian pengurus dan bendahara mundur, jadi harus menyusun lagi. Kandang juga pesan sekitar dua sampai tiga minggu. Akhirnya diputuskan diisi setelah Lebaran supaya yang merawat juga lebih enak,” katanya.
Lebih lanjut, dalam tahap awal, pengadaan kambing dilakukan secara bertahap guna menyesuaikan kesiapan pengelola di lapangan.
“Kita sebenarnya mau langsung 40 ekor, tapi dari pihak kemitraan menyarankan bertahap supaya yang memelihara tidak kaget. Jadi dimulai 15 sampai 20 ekor dulu, nanti baru ditambah,” pungkasnya.
Program penggemukan kambing ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi desa sekaligus meningkatkan pendapatan Bumdes dan masyarakat Desa Galak secara berkelanjutan.(niel/ton)












