Dinas Sosial Magetan Berangkatkan 11 ODGJ Pasung Ke RSJ Menur Surabaya

  • Bagikan
Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti Saat Memberangkatkan 11 ODGJ ke RSJ Menur Surabaya.(Anton/Lensa Magetan)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Menuju Magetan bebas pasung, Pemkab Magetan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan evakuasi 11 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengalami pemasungan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, Jumat (05/11).

Pemberangkatan dilakukan secara simbolis didepan Pendopo Surya Graha Magetan, yang diberangkatkan secara langsung oleh Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti yang didampingi oleh Sekda Magetan Hergunadi, Kepala Dinas Sosial Magetan Yayuk Sri Rahayu dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini menindaklanjuti program Pemprov Jatim tahun 2023 bebas pasung. Magetan kolaborasi dengan Provinsi hari ini memberangkatkan sebanyak 11 ODGJ ke RSJ Menur,” kata Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Jumat (05/11).

Nanik menjelaskan, sebenarnya jumlah total ODGJ di Kabupaten Magetan ada 19 orang. Namun karena masih perlu sosialisasi dan pendekatan kepada keluarga seluruh ODGJ belum bisa diberangkatkan ke RSJ Menur.

Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti Bersama Kadinsos Yayuk Sri Rahayu.(Anton/Lensa Magetan)

“Sebenarnya total ada 19 ODGJ. Tapi yang 8 orang keluarganya masih perlu kita berikan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu menambahkan, bahwa untuk biaya pengobatan para ODGJ ini di tanggung sepenuhnya oleh Pemerintah sampai dengan kondisi pasien membaik.

“Untuk biaya kita tanggung bersama, saat di rawat di RSJ Menur biayanya dari RSJ Menur, begitu juga bila di rawat di provinsi biayanya dari Pemerintah Provinsi. Kita dari Magetan hanya memberangkatkan dan nanti menjemput,” jelasnya.

Yayuk berharap, dengan diberangkatkan 11 ODGJ Pasung ke RSJ Menur ini, bisa sedikit membantu merawat para ODGJ dengan sesuai prosedur sehingga nantinya bisa kembali membaik dan bisa berkumpul pagi dengan kelurganya.

“Kita tidak melihat latar belakang keluarganya mampu atau tidak. Yang penting keluarganya setuju kita langsung berangkatkan. Untuk yang masih 8 orang, ini kita akan sosialisasi lagi agar keluarganya mengizinkan,”pungkasnya.(ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *