MAGETAN (Lensamagetan.com) – Nasib malang menimpa Hariyanto, warga Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, Magetan. Kandang ternak miliknya ludes dilalap si jago merah pada Senin pagi (20/4/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan tujuh ekor kambing milik korban mati terpanggang di lokasi kejadian.
Kebakaran hebat tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan keterangan pemilik, sumber api diduga kuat berasal dari diang atau perapian pengusir nyamuk di dalam kandang yang belum padam sepenuhnya.
Hariyanto mengaku sempat menyalakan perapian tersebut pada pukul 06.00 WIB. Merasa bara api sudah tidak aktif, ia kemudian meninggalkan area kandang. Namun, dugaannya meleset.
“Tadi jam 06.00 saya buat diang, saya kira sudah mati,” ungkap Hariyanto dengan nada lemas. Saat ia kembali ke lokasi, api sudah berkobar hebat dan melahap seluruh bangunan kayu tersebut.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam langsung berhamburan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Agus, salah satu saksi mata, menyebutkan bahwa api merambat sangat cepat karena material kandang yang mudah terbakar.
“Waktu kami sampai, api sudah membesar. Warga sempat bantu pakai air ember, tapi tidak terkejar,” ujar Agus.
Menerima laporan darurat, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan segera menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Petugas langsung melakukan proses lokalisir agar api tidak merambat ke pemukiman penduduk yang berdekatan.
Kasi Pemadaman Satpol PP dan Damkar Magetan, Sofyan Dwi Erwanto, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pembasahan total guna memastikan tidak ada titik api (hotspot) yang tersisa.
“Petugas melakukan pemadaman hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan melakukan pendinginan lanjutan,” jelas Sofyan.
Meski tidak ada korban jiwa dari pihak manusia, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 25 juta. Selain bangunan kandang yang rata dengan tanah, tujuh ekor kambing yang ada di dalamnya tidak terselamatkan.
Atas kejadian ini, Sofyan mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak, agar lebih waspada saat menggunakan perapian di sekitar area yang rentan terbakar.
“Kami meminta warga memastikan api benar-benar padam total sebelum ditinggalkan, apalagi saat memasuki cuaca kering seperti sekarang,” pungkasnya.(ton/red)












