SMK PGRI 1 Magetan Tetap Eksis, Saat 4 SMK Swasta Lain di Magetan Gulung Tikar

SMK PGRI 1 Magetan yang tetap eksis hingga sekarang dan siap menerima siswa didik baru.(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Di tengah fenomena bergugurannya sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Magetan, SMK PGRI 1 Magetan di bawah kepemimpinan S. Agus Triyono, S.Pd, M.Si, M.H, menegaskan posisinya yang tetap solid dan terus berkembang.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas kekeliruan informasi yang beredar di masyarakat mengenai sekolah mana yang akan berhenti beroperasi di tahun ajaran ini.

Kepala SMK PGRI 1 Magetan, sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Magetan, S. Agus Triyono, menjelaskan bahwa memang benar ada sekolah yang akan “gulung tikar”, namun bukan SMK PGRI 1 Magetan.

“Saya ingin mengklarifikasi, sebenarnya yang akan tutup itu adalah SMK PGRI Kawedanan, bukan SMK PGRI 1 Magetan. SMK PGRI 1 Magetan tetap eksis, bahkan jumlah siswanya mengalami peningkatan yang luar biasa,” tegas Agus saat memberikan keterangan kepada awak media.

Agus memaparkan data bahwa selama masa jabatannya sebagai Ketua MKKS, tercatat sudah ada empat SMK swasta di Magetan yang terpaksa berhenti beroperasi karena berbagai faktor, di antaranya, SMK Sendang Kamal yang tutup tahun ini. SMK PGRI Kawedanan tutup tahun ini juga. SMK PGRI Mauspati sudah tutup sejak 3 tahun lalu dan SMK Bakti Mulia Tinap Sukomoro tutup sejak 3 tahun lalu.

Dengan tutupnya SMK PGRI Kawedanan dan Maospati, maka SMK PGRI 1 Magetan menjadi satu-satunya SMK di bawah naungan PGRI yang masih bertahan dan beroperasi di wilayah Kabupaten Magetan.

Lebih lanjut, Agus Triyono menekankan bahwa eksistensi SMK PGRI 1 Magetan bukan sekadar untuk bertahan, melainkan untuk memberikan dampak sosial bagi masyarakat Magetan, khususnya bagi mereka yang terkendala biaya pendidikan.

Sekolah ini membuka pintu lebar-lebar bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu maupun anak yatim piatu.

Berikut adalah beberapa poin komitmen dari SMK PGRI 1 Magetan:

Bantuan Biaya: Siswa yang benar-benar tidak mampu akan dibantu secara finansial (gratis biaya masuk).

Akses Pendidikan merata: Menampung siswa yang terancam putus sekolah karena kendala ekonomi.

Jaminan Penyaluran Kerja: Pihak sekolah berkomitmen membantu lulusannya mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

“Khususnya yang saya cari adalah anak-anak yang benar-benar tidak bisa sekolah terkait biaya. Kami akan bantu, bahkan sampai saya carikan pekerjaan nanti,” imbuh Agus.

Melalui klarifikasi ini, Agus berharap masyarakat tidak lagi salah dalam menerima informasi. SMK PGRI 1 Magetan tetap berdiri kokoh dan siap menyambut tahun ajaran baru dengan semangat membantu mencerdaskan anak bangsa.

“Mudah-mudahan ini dimengerti masyarakat. Kami tetap eksis untuk menampung anak-anak yang kurang mampu agar tetap bisa meraih masa depan melalui pendidikan kejuruan,” pungkasnya.(ton/red)

Tinggalkan Balasan