MAGETAN (Lensamagetan.com) – Dua minggu pasca inspeksi mendadak (sidak) oleh tim gabungan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, upaya perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Desa Ngariboyo mulai terlihat.
Namun, langkah perbaikan mandiri oleh pemilik usaha tersebut dinilai belum maksimal karena aroma tidak sedap masih menyengat di sekitar pemukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (21/4/2026), proses pembenahan IPAL tampak masih alakadarnya. Salah satu titik penampungan limbah terlihat hanya ditutup menggunakan lembaran asbes, yang diduga menjadi penyebab bau busuk tetap menguap ke lingkungan sekitar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat. Meski mengapresiasi adanya upaya perbaikan, warga merasa standar teknis yang diterapkan pemilik RPA belum mampu mengatasi persoalan polusi udara.
“Kelihatannya sudah diperbaiki, tapi kenyataannya masih berbau menyengat. Mungkin ada yang salah dalam pengerjaannya, atau penutupnya yang hanya asbes itu kurang rapat,” ujar salah satu warga sekitar, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, warga juga menyoroti sistem drainase di lokasi tersebut. Karena tidak adanya saluran pembuangan akhir yang memadai, limbah cair diduga hanya mengendap dan kurang meresap ke dalam tanah, sehingga menimbulkan aroma busuk yang tertahan lama.
Masyarakat kini mendesak agar tim gabungan dari Pemkab Magetan segera kembali melakukan monitoring atau evaluasi pasca sidak. Warga berharap dinas terkait dapat memastikan secara teknis apakah IPAL yang dibangun sudah sesuai standar baku mutu lingkungan atau belum.
“Kami orang awam tidak tahu standar IPAL yang benar seperti apa. Karena itu, kami menunggu dinas terkait turun lagi untuk mengecek langsung. Jangan sampai perbaikan ini hanya formalitas tapi masalah bau tetap ada,” tambah warga tersebut.
Sebelumnya, perwakilan Disnakan Magetan, Syaiful Rohman, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan penanganan limbah di RPA Ngariboyo berjalan efektif.
Di sisi lain, perwakilan DLHP Magetan, Restu Aryadi, sempat mengungkapkan bahwa secara teknis fasilitas IPAL di lokasi sebenarnya sudah tersedia. Namun, sarana tersebut memang memerlukan optimalisasi besar-besaran karena faktor usia teknis yang sudah tua dan tidak lagi mampu menampung beban operasional RPA secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kehadiran kembali para pejabat terkait guna memberikan kepastian kenyamanan lingkungan di Desa Ngariboyo.(ton/red).












