Transformasi Pedagogik melalui Pelatihan CBL dan PJBL Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD di Magetan

Pelatihan Transformasi Pedagogik oleh UNESA Kampus 5 Magetan diikuti pendidik PAUD se-Kabupaten Magetan, menghadirkan metode pembelajaran inovatif berbasis Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PJBL), 23–24 Juni 2026.(Ist/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 Magetan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Transformasi Pedagogik: Pelatihan Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Kompetensi Inovatif Pendidik PAUD di Kabupaten Magetan.”

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 23–24 Juni 2026, bertempat di IGTKI Kabupaten Magetan, dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta para pendidik PAUD dari berbagai lembaga di wilayah Kabupaten Magetan.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Pelatihan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, guru PAUD dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru, melainkan mendorong anak untuk berpikir kritis, kreatif, serta aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, UNESA menghadirkan pelatihan yang memperkenalkan pendekatan Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PJBL) agar pembelajaran di satuan PAUD menjadi lebih kontekstual dan bermakna.

Pembukaan dan Sambutan

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama.

Ketua IGTKI Kabupaten Magetan, Dian Nawangwulan, S.Pd. AUD, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan peluang bagi guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Suhardi, S.Pd., M.Pd., memberikan motivasi kepada peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.

Ketua tim PKM, Prof. Dr. Hj. Rachma Hasibuan, M.Kes., turut menyampaikan semangat kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan menjaga kesehatan selama pelatihan berlangsung.

Materi dan Pelaksanaan Pelatihan

Pada sesi inti, peserta diperkenalkan dengan profil UNESA Kampus 5 Magetan melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait pembelajaran berbasis proyek dan kasus.

Materi utama pelatihan berfokus pada penerapan metode CBL dan PJBL dalam pembelajaran PAUD. Narasumber menjelaskan konsep, karakteristik, langkah-langkah penerapan, hingga contoh implementasi di kelas.

Melalui metode ini, guru didorong untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang penguatan berpikir kritis serta perkembangan uji coba kurikulum. Untuk menjaga suasana tetap interaktif, panitia menyisipkan sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta.

Praktik dan Pendampingan

Pada sesi praktik, peserta dibimbing untuk menyusun modul pembelajaran berbasis PJBL dan CBL sesuai dengan tema di lembaga masing-masing. Dosen memberikan pendampingan langsung sehingga peserta dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperoleh umpan balik secara langsung.

Pendampingan ini membantu guru memahami cara mengaplikasikan teori ke dalam praktik pembelajaran di kelas.

Peran Mahasiswa dan Evaluasi

Mahasiswa UNESA turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari registrasi peserta, persiapan sarana, dokumentasi, hingga pendampingan diskusi kelompok. Keterlibatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja tim.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test setelah pelatihan selesai, serta mengisi instrumen kepuasan untuk menilai manfaat kegiatan dan memberikan masukan bagi program selanjutnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan kompetensi pendidik PAUD di Kabupaten Magetan semakin meningkat dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada anak.

Kolaborasi antara UNESA, IGTKI, dosen, mahasiswa, dan guru PAUD menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pedagogik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Magetan.(*)

Tinggalkan Balasan