Budaya  

Memasuki Bulan Muharram, Bakal Calon Bupati Magetan Andri Agus Setiawan Gelar Tradisi Setral

Bacabup Magetan, Andri Agus Setiawan Saat Melakukan Tradisi Setral di Area Komplek Makam Eyang Yosonegoro, Tambran, Magetan. (Daniel/Lensa Magetan)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Memasuki bulan Muharram 1446 H, Tokoh muda pegiat seni Magetan, Andri Agus Setiawan kembali melaksanakan tradisi Setral yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Tradisi ini dilakukan setiap tahun untuk menyambut bulan pertama dalam kalender Hijriyah dengan penuh makna dan kekhidmatan.

Tradisi Setral ini merupakan salah satu tradisi budaya daerah yang wajib untuk diketahui generasi penerus bangsa. Adapun tradisi Setral ini meliputi bersih-bersih dan ziarah ke makam leluhur.

“Tradisi Setral ini biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu misalnya seperti saat ini sebelum 1 Suro / 1 Muharam dan biasanya juga menjelang bulan suci Ramadhan,” kata Andri, Senin (8/7/2024).

Menurut pemuda yang juga mencalonkan diri menjadi Bupati Magetan tahun 2024 ini, tradisi tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan Muharam, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya yang telah berlangsung sejak lama.

“Setral adalah wujud rasa syukur dan refleksi diri atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, serta momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujarnya.

Selanjutnya, ritual tradisi Setral yang dijalankan Andri tersebut dimulai dari membersihkan makam almarhum Bapaknya dan dilanjutkan ke makam keluarga lainnnya.

“Dimulai dari membersihkan makam Alm. Bapak, mbah mbah, mbah buyut, dan kerabat yang kebetulan berada dalam satu komplek makam, dan juga satu komplek makam dengan Bupati Pertama Magetan Adipati Yosonegoro,” terangnya.

Diakhir kesempatan, dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam tradisi Setral, Andri berharap bulan Muharram tahun ini bisa membawa berkah dan kedamaian bagi semua.

“Setral ini adalah tradisi budaya lokal yang sudah secara turun-temurun harus kita jaga dan tetap dilestarikan. Khususnya anak muda bahwa Tradisi Setral ini adalah kegiatan yang positif, selain merawat dan membersihkan makam kita juga mendoakan orang tua dan leluhur kita,” pungkasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan