SPMB 2026 Sebentar Lagi di Buka, SMAN 1 Magetan Sediakan 360 Kuota

Aris Sudarmono, Kepala SMAN 1 Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMA di Jawa Timur resmi dimulai. Kepala SMAN 1 Magetan, Aris Sudarmono, menyampaikan bahwa perubahan istilah dari PPDB menjadi SPMB dilakukan agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Menurut Aris Sudarmono, penggunaan istilah “murid” dinilai lebih membumi sehingga masyarakat tidak lagi kebingungan dengan perubahan sistem penerimaan siswa baru.

“SPMB ini kependekan dari Seleksi Penerimaan Murid Baru. Kata murid itu lebih memasyarakat, lebih mudah dicerna oleh masyarakat. Jadi sebenarnya sama saja dengan PPDB sebelumnya, hanya istilahnya yang diperbarui,” ujarnya saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, secara mekanisme pelaksanaan tidak mengalami perubahan signifikan, namun terdapat penyesuaian pada urutan jalur seleksi. Tahun ini, jalur domisili ditempatkan sebagai tahapan awal agar calon murid yang tinggal di sekitar sekolah memperoleh prioritas.

Menurutnya, kebijakan tersebut lahir dari evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, di mana banyak siswa yang rumahnya dekat sekolah justru tidak lolos karena jalur domisili berada di tahap akhir.

“Tahun ini domisili didahulukan supaya anak-anak di lingkungan sekolah tidak lagi merasa dirugikan. Harapannya warga sekitar bisa lebih tenang karena kesempatan mereka dibuka lebih awal,” jelasnya.

Selain jalur domisili, SPMB juga membuka jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH), putra-putri guru, anak penyandang disabilitas yang mampu mengikuti pembelajaran, jalur mutasi bagi anak TNI, Polri maupun pejabat yang pindah tugas, serta anak buruh yang memiliki kartu serikat buruh atau KIP.

Sementara itu, jalur prestasi tetap menjadi peluang bagi siswa berprestasi baik akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni. Sertifikat prestasi harus diakui Dinas Pendidikan serta diutamakan yang berjenjang mulai tingkat daerah hingga nasional.

“Prestasi lomba tetap kami beri ruang. Anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang akademik, olahraga, maupun seni tetap punya kesempatan besar selama bukti prestasinya valid dan berjenjang,” tambahnya.

Tahap terakhir seleksi dilakukan melalui jalur prestasi akademik berbasis nilai rapor semester satu hingga lima yang dikonversi dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tahapan ini dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juni 2026.

Ia menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara digital penuh atau by system, sehingga transparansi penerimaan dapat terjaga.

“Semua sudah berbasis sistem. Nilai tidak bisa diubah atau dimanipulasi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait proses seleksi,” tegasnya.

Saat ini pihak SMP dan MTs telah dipersilakan melakukan input nilai melalui operator sekolah masing-masing, sedangkan pengambilan PIN bagi calon murid dijadwalkan mulai 28 Mei 2026.

Untuk tahun ajaran baru ini, SMAN 1 Magetan menyediakan kuota sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Aris Sudarmono mengimbau orang tua maupun wali murid agar mempelajari petunjuk teknis pendaftaran melalui aplikasi maupun laman resmi SPMB Jawa Timur.

“Kami berharap orang tua aktif mempelajari juknis yang ada di aplikasi maupun website SPMB Jawa Timur 2026 agar proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahan,” pungkasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan